Tak Hanya Fundamental, Pelajari Juga Analisis Teknikal Saham Disini!

  • Bagikan
analisis teknikal saham

Sebagai investor, analisis yang Anda lakukan adalah kunci dari keberhasilan investasi saham. Tanpa adanya analisis, maka mustahil bagi Anda mengambil keputusan investasi yang tepat. Dalam investasi saham, terdapat 2 (dua) jenis analisis. Pertama adalah analisis fundamental, kedua adalah analisis teknikal. Kedua analisis ini sama-sama berperan penting dan harus Anda kuasai sebagai investor. Nah, pada kesempatan kali ini Anda akan kami ajak untuk mempelajari analisis teknikal saham selengkapnya. Yuk, simak!

Apa Itu Analisis Teknikal Saham? 

analisis teknikal saham
(sumber gambar: worldfinance.com)

Seperti yang sudah kami singgung sebelumnya, salah satu analisis yang sangat penting untuk investor kuasai adalah teknikal. Pada dasarnya, analisis teknikal saham adalah suatu teknik untuk menganalisa dan mengamati bagaimana pola-pola yang ada pada pasar saham. Mulai dari data pasar, volume transaksi saham, dan juga harga saham. Jadi, melalui analisa ini Anda sebagai investor tidak akan melihat bagaimana kondisi ekonomi, keuangan perusahaan, maupun bagaimana potensi saham ke depan.

Lalu, apakah analisa ini bersifat spekulatif saja? Maka jawabannya adalah tidak. Dalam proses evaluasinya, analisa ini tetap menggunakan data yang akurat. Jadi, Anda tetap harus menggunakan data yang ada dan harus Anda amati dengan akurat dan bukan berspekulasi.

Perbedaannya dengan Analisis Fundamental Saham 

Meskipun sama-sama memiliki peran yang besar dalam penentuan keputusan investasi, kedua analisa ini tidak bisa Anda samakan. Keduanya memiliki perbedaan yang mencolok bahkan tujuan dari analisa ini juga sangat berbeda sekali. Inilah perbedaan dari kedua jenis analisa ini:

1. Definisi 

Seperti yang sudah kami jelaskan, analisis teknikal saham adalah suatu teknik untuk menganalisa dan mengamati bagaimana pola-pola yang ada pada pasar saham. Analisa ini nantinya akan menggunakan berbagai data yang terkait dengan pergerakan harga saham. Hal ini tentunya sangat berbeda dengan analisis fundamental pada saham.

Analisis fundamental bertumpu pada hasil evaluasi Anda sebagai investor terhadap kondisi perusahaan, ekonomi, serta sektor industri dari saham terkait. Saat melakukan analisa ini Anda akan melihat bagaimana kondisi ekonomi dari perusahaan atau emiten dari laporan keuangan mereka. Setelah itu, Anda juga akan mengaitkannya dengan bagaimana kondisi ekonomi saat itu, dan sektor yang terkait dengan perusahaan tersebut.

2. Tujuan Melakukan Analisis 

Tidak hanya dari pengertiannya, tujuan melakukan analisis ini juga sangat berbeda satu sama lain. Jika Anda melakukan analisis yang bersifat fundamental, maka hasil akhir dari analisis tersebut adalah bertujuan untuk menentukan saham mana yang layak untuk Anda beli. Hal ini jelas sangat berbeda dengan analisis yang bersifat teknikal. Sebab, dalam analisis teknikal tujuan Anda adalah untuk menentukan kapan waktu terbaik Anda dalam membeli atau berinvestasi saham. Sangat berbeda bukan tujuan keduanya?

3. Bahan Data yang Menjadi Acuan Analisis

Selain tujuannya yang berbeda, kedua analisis ini juga menggunakan bahan data yang berbeda sebagai bahan untuk evaluasi. Dalam analisis yang bersifat fundamental, Anda akan menggunakan data-data yang berupa:

  • Dokumen data umum perusahaan seperti laporan keuangan secara rinci
  • Data perkembangan sektor industri terkait saham yang akan Anda pilih
  • Serta data dari konidisi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia

Hal ini sangat jauh berbeda dengan analisis yang bersifat teknikal. Pasalnya, dalam analisis tersebut ia tidak akan menggunakan komponen perusahaan ataupun ekonomi. Segala bahan yang harus Anda gunakan adalah indikator yang bersifat teknika. Data tersebut berupa:

  • Volume transaksi saham
  • Pergerakan indeks saham
  • Harga dan pergerakan saham
  • Indikator teknikal lain yang bisa melihat kondisi saham

4. Jangka Waktu 

Selain ketiga poin diatas, jangka waktu juga menjadi pembeda dari kedua jenis analisis ini. Untuk analisis yang bersifat fundamental, analisis terjadi dalam jangka waktu menengah sampai jangka panjang. Anda harus melihat secara rinci dan menyeluruh dalam waktu yang lumayan panjang supaya bisa memutuskan saham terbaik untuk Anda beli. Sementara itu, dalam analisis yang bersifat teknikal jangka waktu analisis bersifat jangka pendek. Dengan begitu, Anda bisa segera tahu kapan harus membeli suatu saham.

Baca Juga: Penting Bagi Investor! Pelajari Analisis Fundamental Saham Disini

Hal yang Harus Anda Kuasai dalam Analisis Teknikal 

analisis teknikal saham
(sumber gambarr: didimax.co.id)

Saat melakukan analisis yang bersifat fundamental yang menggunakan laporan keuangan, maka Anda harus menguasai laporan keuangan tersebut. Intinya, laporan keuangan dari perusahaan atau emiten adalah kunci dari keberhasilan analisis ini. Bersama dengan pengamatan terhadap kondisi ekonomi dan juga sektor industri, ketiga hal ini menjadi sangat penting. Nah, dalam analisis yang sifatnya teknikal ada beberapa hal juga yang harus Anda kuasai dengan baik. Inilah beberapa hal tersebut:

1. Support dan Resistance 

Setiap investor harus dengan baik dan maksimal menguasai hal ini. Garis support dan resistance ini memiliki artinya tersendiri saat Anda mengamatinya dengan teliti. Sederhananya, dengan melihat dua hal ini Anda bisa melihat pada level mana suatu saham akan memantul. Inilah definisi keduanya:

  • Resistance adalah titik dimana jika suatu saham mencapai level ini, maka umumnya saham tersebut akan menjadi terkoreksi atau memantul kebawah. Namun, apabila yang terjadi justru sebaliknya yaitu harga saham naik maka saham tersebut akan mengalami proses breakout dan mendapatkan titik resistance selanjutnya.
  • Sementara support adalah kebalikan dari resistance. Support adalah titik terendah suatu harga saham dalam masa atau waktu tertentu. Apabila suatu saham mencapai titik support ini maka ada kemungkinan besar harganya akan memantul ke atas dan naik. Namun, bisa juga terjadi sebaliknya yaitu harga saham semakin turun hingga menembus batas garis support dan menemukan titik supportnya yang baru.

Untuk menentukan dua hal ini juga tidak sulit. Sederhananya, Anda bisa mengecek harga suatu saham dalam kurun waktu 3 (tiga) bulan terakhir. Kemudian, cobalah untuk mencari harga tertinggi dan harga terendah saham tersebut. Harga yang tertinggi ini nantinya akan menjadi titik resistance yang pertama. Sedangkan harga terendah akan menjadi titik support yang pertama.

2. Chart atau Grafik 

Hal lain yang sangat penting dalam analisis yang bersifat teknikal adalah chart atau grafik. Mungkin pada awalnya Anda akan merasa pusing dan merasa bahwa chart adalah hal yang rumit untuk Anda pelajari. Namun, jangan menyerah dan patah semangat karena ini akan sangat penting untuk analisa yang nantinya akan Anda lakukan. Anda bisa mengakses berbagai situs untuk melihat grafik harga saham dan mempelajarinya. Sudah banyak sekali sumber yang menyediakan pergerakan grafik secara real time. Jadi, Anda bisa dengan mudah memantaunya.

Indikator Analisis Teknikal 

Selain memiliki hal yang harus Anda kuasai, dalam analisis ini juga terdapat indikatornya tersendiri. Indikator ini ibaratnya adalah sebuah formula yang bisa Anda gunakan dalam menentukan keputusan investasi. Apakah harus membeli, menahan, atau menjual saham yang sudah Anda beli atau sedang amati. Nah, indikator dari analisis teknikal ini sebenarnya sangat banyak sekali. Meski begitu tidak perlu panik dahulu karena secara umum ada 3 (tiga) indikator yang umum investor gunakan.

1. Moving Average (MA) 

Indikator yang pertama adalah moving average atau MA. Fungsi dari adanya indikator ini adalah untuk mellihat dan menganalisis bagaimana pergerakan rata-rata dari sebuah saham ketika waktu penutupan perdagangan saham dalam perhitungan beberapa periode sebelumnya. Banyak investor yang memakai indikator ini karena tergolong praktis, mudah, dan sederhana. Anda bisa membandingkan pergerakan saham dengan acuan 10 hari, 30, hari, atau 200 hari.

2. Moving Average Convergence Divergence (MACD)

Indikator ini bisa investor pakai untuk melihat sinyal beli atau jual saham. Caranya adalah dengan melihat bagaimana hubungan MA jangka pendek dan panjang. Apabila MACD menembus garis ke atas, maka ini adalah sinyal beli. Namun, apabila menembus kebawah, maka ini adalah sinyal jual. 

3. Stochastic 

Indikator ini berpedoman pada garis hitam dan merah yang selalu bergerak sesuai dengan pergerakan harga saham. Apabila grafik dari Stochastic sudah masuk oversold maka artinya saham Anda sudah jenuh untuk jual. Artinya, harga saham memiliki kemungkinan untuk berbalik ke arah atas. Namun, apabila overbought maka harga akan cenderung turun.

Itulah informasi seputar analisis teknikal saham. Pada dasarnya, baik fundamental ataupun teknikal sama pentingnya bagi investor. Anda mau tidak mau harus menguasai kedua analisis ini supaya bisa berinvestasi dengan cermat, tepat, memperoleh keuntungan, dan minim resiko. Semoga informasi ini bisa menjadi sumber belajar yang lengkap ya!

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.