Jenis Bisnis Konstruksi dan Properti Serta Tips Memulainya

  • Bagikan
bisnis konstruksi dan properti

Bidang konstruksi dan properti memang selalu memiliki prospek dan peluang yang menjanjikan. Pasalnya, seiring pertumbuhan penduduk yang semakin besar maka kebutuhan akan properti juga turut naik. Jika Anda tertarik untuk terjun ke bidang bisnis ini, berikut adalah jenis bisnis konstruksi dan properti yang bisa Anda pilih. Sekaligus beberapa tips memulainya agar bisa meraih kesuksesan. Yuk, simak sampai akhir!

Mengenal Konsep Bisnis Konstruksi dan Properti

bisnis konstruksi dan properti
(sumber gambar: ajaib.com)

Pada dasarnya, bisnis konstruksi dan properti adalah jenis usaha yang bergerak pada bidang yang berkaitan dengan bangunan, tanah, atau material lain yang sejenis. Pelaku bisnis ini bisa perorangan maupun perusahaan. Selain itu, bisnis ini juga bisa berjalan pada sektor industrinya. Seperti properti komersial maupun properti yang memiliki tujuan khusus.

Bisnis properti yang komersial bisa Anda lihat contohnya pada bentuk ruko, gedung perkantoran, hotel, toko ritel, maupun pusat perbelanjaan. Pembangunan perumahan, villa, apartemen, dan rumah kost juga termasuk di dalamnya. Sementara untuk properti tujuan khusus, misalnya saja adalah terminal bus, stasiun, halte, bandara, dan lain sebagainya.

Jika Anda memilikii suatu perusahaan yang bergerak di bidang ini, maka perusahaan tersebut memiliki istilah perusahaan properti atau developer. Istilah developer merupakan nama lain yang biasa masyarakat pakai untuk menyebut pihak yang membangun suatu properti, misalnya saja perumahan.

Nantinya, perusahaan properti inilah yang memiliki tugas dan pekerjaan untuk mengembangkan suatu lahan kosong menjadi produk properti. Produk properti tersebut nantinya memiliki nilai yang tinggi dan akan masyarakat beli dalam bentuk unit properti.

Baca Juga: Cara Bisnis Online Tanpa Modal untuk Pemula Plus Ide Bisnisnya

4 Jenis Bisnis Konstruksi dan Properti

Pada prinsipnya, bisnis yang bergerak di bidang properti dan konstruksi akan mengembangkan berbagai bentuk sarana dan prasarana. Nantinya sarana dan prasarana ini akan sangat bermanfaat bagi kebutuhan masyarakat. Setidaknya ada 4 (empat) jenis bisnis konstruksi dan properti yang bisa Anda pilih, yaitu:

1. Konstruksi Bangunan

Jenis bisnis yang pertama berfokus pada pengembangan bangunan. Dari beberapa jenis lainnya, mungkin jenis inilah yang paling populer. Pasalnya bisnis ini memang sangat besar kebutuhannya untuk menunjang sarana dan prasarana masyarakat secara keseluruhan. Tidak heran jika ada banyak sekali proyek pembangunan yang ada di dalam lingkup jenis bisnis ini.

Untuk bisa menjalankan konstruksi bangunan dengan baik ada banyak sekali pihak yang terlibat. Jadi tidak hanya pengusaha konstruksi bangunan saja yang terlibat, melainkan juga pihak seperti desain interior, teknik sipil, arsitektur, hingga perajin yang membuat furniture. Dari kerjasama berbagai pihak inilah bisa tercipta bangunan-bangunan yang bermanfaat bagi masyarakat. Contohnya adalah perumahan, sekolah, gedung, hotel, ruko, dan lain sebagainya.

2. Konstruksi Jembatan

Sarana lain yang sangat masyarakat butuhkan dan bisa menunjang aktivitas adalah jembatan. Jembatan akan menghubungkan dua daratan yang terpisah oleh sungai maupun jurang. Sebagai penghubung, jelas masyarakat membutuhkan jembatan supaya segala kegiatan bisa berjalan dengan lancar.

Selain bangunan, proyek yang melibatkan konstruksi jembatan juga akan memiliki nilai yang besar. Di Indonesia Anda juga bisa menjumpai banyak sekali bangunan jembatan yang memiliki ukuran megah dengan nilai pembangunan proyek yang bernilai fantastis. Tidak heran jika setiap kali ada pembangunan jembatan, maka selalu ada nilai yang besar di belakangnya.

Selain memiliki nilai proyek yang besar, proses pembangunan jembatan pun akan memakan waktu yang lama. Pasalnya, butuh perhitungan yang kompleks dan juga matang agar memastikan pembangunan jembatan berjalan dengan baik dan bisa menahan beban besar setiap harinya. Untuk itu dalam pembangunannya juga butuh seorang teknisi sipil yang bisa menghitung kebutuhan tersebut dengan akurat.

3. Konstruksi Jalan

Jalan adalah akses penting bagi setiap masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Adanya jalan bisa membuat mobilitas masyarakat menjadi lancar. Mulai dari pergi ke tempat kerja, pergi ke sekolah, dan lain sebagainya. Kondisi dan kualitas jalan juga akan sangat menentukan kenyamanan masyarakat. Untuk itu pembangunan jalan tidak bisa dilakukan dengan sembarangan.

Atas alasan inilah bisnis konstruksi jalan juga memiliki nilai proyek yang besar. Konstruksi jalan akan berusaha menciptakan jalan yang memang layak dan berkualitas untuk kebutuhan masyarakat. Tidak hanya membuat jalan baru, namun proyek jalan juga melibatkan perbaikan jalan yang sudah rusak.

Umumnya pemerintahlah yang akan memiliki proyek untuk membangun atau memperbaiki jalan yang rusak. Nantinya, para pengusaha kontruksi jalan akan mengikuti lelang tender dari pemerintah. Jika memenangkan tender, maka pengusaha itu lah yang akan melakukan proses kontruksi jalanan.

4. Konstruksi Bangunan Khusus

Jenis bisnis konstruksi dan properti ini memiliki tujuan yang sangat khusus. Maksudnya, pembangunan yang terjadi akan ditujukan untuk fungsi khusus dan target konsumennya adalah pihak yang hendak mengembangkan kawasan tertentu. Misalnya saja kawasan olahraga, rumah sakit, bandara, dan lain sebagainya. Nilai dari proyek konstruksi ini juga terbilang besar dan juga melibatkan banyak pihak dalam prosesnya.

Tips Memulai Bisnis Konstruksi dan Properti

bisnis konstruksi dan properti
(sumber gambar: medium.com)

Meskipun memiliki peluang dan potensi yang besar karena selalu memiliki peminat yang besar, namun Anda tetap membutuhkan strategi. Khususnya ketika akan memulai bisnis konstruksi & juga properti, agar bisa meraih kesuksesan. Berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan:

1. Pahami Pasar dengan Baik

Riset pasar akan sangat berperan besar dalam kesuksesan Anda ketika memulai bisnis kontruksi dan juga properti. Pasalnya, Anda harus bisa membeli aset dengan harga yang wajar dan sesuai dengan harga pasar saat itu. Nah, harga ini baru bisa Anda ketahui melalui riset.

Entah itu properti untuk Anda bangun kembali maupun Anda jual kembali, semuanya harus melewati perbandingan harga lebih dulu. Beberapa hal yang harus Anda perhatikan ketika riset pasar adalah:

  • Lokasi
  • Fasilitas
  • Informasi harga
  • Infrastruktur
  • Iklim
  • Lokasi properti
  • Kebutuhan bisnis

2. Menyiapkan Modal

Hal lain yang harus Anda siapkan untuk memulai bisnis adalah modal. Memang bukan rasasia lagi jika untuk memulai bisnis ini Anda membutuhkan modal yang tidak sedikit. Setidaknya Anda harus menyiapkan modal diatas Rp. 30.000.000 untuk memulai bisnis properti dan konstruksi yang bisa bersaing dengan para kompetitor.

Tentunya modal tersebut bisa lebih tinggi dan juga lebih rendah tergantung pada kebutuhan Anda nantinya. Seperti jika Anda membutuhkan karyawan, tenaga ahli, dan lain sebagainya.

3. Pahami Semua Urusan Perizinan dan Administrasi

Setiap pembangunan konstruksi dan properti pasti akan melibatkan perizinan di dalamnya. Baik itu perizinan mendirikan bangunan maupun perizinan lainnya. Untuk itulah sebagai pelaku bisnis ini Anda juga harus memahami persoalan perizinan maupun administrasi dengan baik. Dengan begitu, dalam proses membangun konstruksi maupun menjualnya kepada para pembeli Anda tidak akan terhalang masalah perizinan.

4. Bangun Koneksi dan Jaringan Seluas Mungkin

Sebagai seorang pengusaha di bidang properti dan konstruksi, jaringan dan koneksi adalah hal yang penting. Pasalnya, ketika menjalankan usaha ini Anda akan membutuhkan bantuan dan kerjasama dari berbagai pihak. Tanpa adanya pihak lain, maka akan sulit untuk Anda dalam mengembangkan bisnis.

Selain itu, dengan memiliki koneksi dan jaringan yang luas Anda bisa mendapatkan detail properti dengan lebih mudah. Pintu untuk berkolaborasi dengan pihak lain juga semakin terbuka lebar jika Anda memiliki koneksi dan jaringan yang luas.

5. Terapkan Promosi yang Efektif

Promosi yang tepat dan efektif juga akan membantu pengembangan bisnis konstruksi dan properti yang Anda jalankan. Anda bisa memanfaatkan teknik promosi konvensional maupun menggabungkannya dengan teknik pemasaran online. Teknik konvensional bisa Anda wujudkan dengan membuat brosur, banner, baliho, spanduk, dan lain sebagainya.

Sementara itu untuk teknik online Anda bisa memanfaatkan kekuatan media sosial. Mulai dari Instagram, Facebook, Website, dan lain sebagainya. Dengan kombinasi ini Anda bisa berpotensi jangkauan pelanggan yang lebih luas dan potensi bisnis Anda dikenal masyarakat juga menjadi semakin besar.

Nah itulah berbagai hal yang bisa Anda pahami mengenai bisnis konstruksi dan properti. Sektor bisnis ini memang memiliki peluang dan potensi yang masih terbuka lebar bagi siapa saja. Jika Anda tertarik untuk memulainya, maka jangan lupa terapkan beberapa tips yang sudah kami berikan agar bisnis bisa berjalan dengan lancar. Jadi, apakah Anda ingin terjun ke sektor bisnis ini?

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.