Contoh Surat Izin Usaha dan Cara Membuatnya yang Baik dan Benar

  • Bagikan
contoh surat izin usaha

Selain mempersiapkan modal dan tempat usaha, salah satu hal lain yang sangat penting untuk usaha adalah Surat Izin Usaha Perdagangan atau SIUP. Adanya surat ini sangat berperan penting bagi keberlangsungan usaha yang Anda miliki. Sayangnya, banyak orang yang belum mengetahui bagaimana cara membuat SIUP yang benar. Padahal sebenernya pembuatan SIUP tidak lah sulit. Nah, jika Anda adalah salah satu yang belum mengetahuinya, berikut informasi lengkap mengenai syarat, cara membuat, dan contoh Surat Izin Usaha. Yuk, simak sampai habis!

Pentingnya SIUP untuk Usaha

Sebelum Anda melihat bagaimana contoh Surat Izin Usaha, agaknya Anda juga harus tau seberapa pentingnya pembuatan SIUP. Pada dasarnya, setiap usaha yang ada harus memiliki surat izin yang legal dan sah. Fungsinya adalah sebagai bukti bahwa usaha tersebut boleh dan sah menjalankan usaha di Indonesia. Maka dari itulah, setiap pemilik usaha wajib memiliki SIUP.

Tanpa adanya surat izin ini, usaha yang Anda miliki masih berada dalam kategori illegal dan belum memiliki izin. Selain itu, keberlangsungan usaha juga sangat bergantung pada adanya SIUP ini. Karena jika masih illegal tentunya Anda akan kesulitan untuk menjalankan usaha Anda bukan? Maka dari itulah, Anda wajib memiliki SIUP untuk usaha Anda.

Syarat Pembuatan Surat Izin Usaha (SIUP)

contoh surat izin usaha
(sumber gambar: ujiansma.com)

Sebelum melihat bagaimana contoh Surat Izin Usaha, Anda harus mengetahui apa saja syarat administrasi SIUP. Persyaratan yang harus Anda penuhi ini juga akan bergantung pada jenis usaha yang Anda jalankan. Maka dari itulah, setiap jenis usaha akan memiliki persyaratan yang berbeda-beda. Berikut adalah persyaratannya:

1. Syarat SIUP untuk Koperasi 

Untuk koperasi, beberapa syarat yang harus Anda siapkan adalah:

  • Fotokopi akta pendirian koperasi
  • Materai 6 ribu
  • Fotokopi KTP Dewan Pengurus dan Pengawas Koperasi
  • Fotokopi Surat Izin Tempat Usaha (SITU) yang berasal dari Pemerintah Daerah (Pemda)
  • Neraca Koperasi
  • Fotokopi NPWP
  • pas foto direktur utama atau pemilik perusahaan atau penanggung jawab, ukuran 4×6 sebanyak 2 lembar
  • Izin terkait lainnya

2. Syarat untuk Perusahaan Perseorangan

Sementara itu untuk usaha perseorangan syaratnya juga sebenarnya tidak terlalu berbeda jauh dari koperasi. Beberapa syarat tersebut adalah:

  • Fotokopi NPWP
  • Surat Keterangan Domisili atau SITU
  • Fotokopi KTP pemegang saham perusahaan
  • Materai 6 ribu
  • Neraca perusahaan
  • pas foto direktur utama atau pemilik perusahaan atau penanggung jawab ukuran 4×6 sebanyak 2 lembar

3. Syarat untuk Perseroan Terbatas (PT)

Untuk bentuk usaha Perseroan Terbatas atau PT, syarat yang harus Anda siapkan adalah:

  • Fotokopi Kartu Keluarga (apabila penanggung jawab perusahaan adalah seorang wanita)
  • Surat izin prinsip dan surat izin gangguan (HO)
  • Fotokopi KTP dari pemegang saham atau penanggung jawab perusahaan atau Direktur Utama
  • Fotokopi NPWP
  • SITU atau Surat Keterangan Domisili
  • Fotokopi akta pendirian perusahaan
  • Surat keputusan pengesahan badan hukum
  • Neraca perusahaan
  • pas foto direktur tama atau penanggung jawab atau pemilik perusahaan ukuran 4×6 sebanyak 2 lembar
  • Surat izin yang bersifat teknis lainnya dari instansi lain
  • Materai 6 ribu

4. Syarat untuk Perusahaan Terbuka (Tbk)

Terakhir, untuk jenis perusahaan terbuka, beberapa syarat yang harus Anda lengkapi adalah:

  • Fotokopi SIUP sebelum perusahaan berubah menjadi perseroan terbuka
  • Surat keterangan dari Badan Pengawas Pasar Modal
  • Fotokopi KTP dari direktur utama atau pemilik perusahaan atau penanggung jawab
  • Fotokopi akta notaris pendirian dan perubahan perseroan
  • Pas foto direktur utama atau pemilik perusahaan atau penanggung jawab ukuran 4×6 sebanyak 2 lembar
  • Fotokopi surat tanda penerimaan laporan keuangan tahunan perusahaan

Setelah memunuhi syarat sesuai jenis usaha yang Anda miliki, barulah Anda bisa lanjut pada pembuatan SIUP.

Cara Membuat Surat Izin Usaha (SIUP)

Pada dasarnya, pembuatan SIUP ini terbilang mudah untuk Anda lakukan. Bagian tersulitnya mungkin hanyalah mengumpulkan syarat-syarat dokumen sesuai jenis usaha. Setelah itu, Anda bisa mendatangi Kantor Dinas Perdagangan atau Kantor Pelayanan Perizinan di domisili Anda dan melakukan pembuatan SIUP. Pembuatan SIUP selengkapnya adalah:

1. Mengambil Berkas atau Formulir Pendaftaran Terlebih Dahulu

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mendatangi Kantor Dinas Perdagangan atau Kantor Pelayanan Perizinan di domisili Anda. Setelah sampai, maka Anda harus mengambil formulir pendaftaran SIUP. Formulir inilah yang nantinya harus Anda isi dengan lengkap sebagai tahap awal pengurusan SIUP.

Tidak perlu khawatir apabila Anda tidak memiliki waktu atau berhalangan hadir dalam pengurusan ini. Sebab, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan wakil. Syaratnya, orang lain yang mengurus sudah harus memiliki surat kuasa dari Anda. Surat kuasa ini harus Anda lengkapi dengan materai dan tanda tangan. Setelah itu barulah pengurusan pembuatan SIUP bisa berjalan.

2. Penuhi Setiap Syarat Administrasi

Banyak orang yang gagal dan merasa bahwa pengurusan SIUP itu sulit, padahal bisa jadi karena syarat administrasi yang mereka kumpulkan belum lengkap. Salah satu kunci dari pendaftaran SIUP adalah kelengkapan syarat. Maka dari itu, pastikan semua persyaratan sudah Anda penuhi sesuai dengan jenis usaha Anda.

3. Mengisi Formulir Pendaftaran

Lakukan pengisian formulir pendaftaran dengan lengkap dan hati-hati. Jangan lupa juga untuk melakukan tanda tangan jika Anda adalah direktur atau pemilik usaha. Setelah itu fotokopi formulir yang sudah Anda isi dengan lengkap. Baru kemudian satukan dengan semua persyaratan yang sudah Anda kumpulkan sebelumnya. Namun apabila Anda menggunakan pihak ketiga untuk pengurusannya maka harus ada materai khusus saat mengurus SIUP.

4. Membayar Biaya Pembuatan SIUP

Perlu Anda ketahui juga bahwa pembuatan SIUP juga memiliki besaran biaya yang harus Anda bayar. Namun untuk besarnya biaya ini bergantung pada masing-masing daerah. Sebab peraturan tiap daerah juga akan berbeda terkait besaran pengurusan SIUP.

5. Ambil SIUP yang Sudah Jadi

Setelah formulir dan persyaratan siap serta biaya sudah Anda bayar, maka Anda hanya tinggal menunggu SIUP saja. Umumnya waktu pembuatan ini akan memakan waktu selama 2 minggu lamanya. Jika sudah selesai, biasanya petugas akan memberi tau Anda bahwa SIUP sudah siap untuk Anda ambil.

Baca Juga: Inilah 9 Usaha yang Jarang Tapi Dibutuhkan, Apa Saja?

Contoh Surat Izin Usaha (SIUP)

Contoh Surat Izin Usaha (SIUP) bisa Anda lihat dari bentuk formulir pendaftaran dan juga hasil akhirnya. Inilah contohnya:

1. Contoh Surat Izin Usaha (SIUP) – Bagian Formulir Pendaftaran

FORMULIR PERMOHONAN SURAT IZIN USAHA PERDAGANGAN

(KECIL/MENENGAH/BESAR)

Kepada Yth.

Bupati (nama kabupaten/kota)

Cq. Kepala Kantor Pelayanan Perizinan

Terpadu Satu Pintu

Kabupaten/Kota Madya (Nama Kabupaten/Kota Madya)

I. Maksud Permohonan Izin: Memperoleh SIUP

II. Identitas Perusahaan

  1. Nama Perusahaan                :
  2. Bentuk Perusahaan              :
  3. Merek                                      :
  4. Nomor Pokok Wajib Pajak :
  5. Alamat Perusahaan              :
    • Lokasi                            :
    • Nomor Telepon/Faks :
    • Status Tempat Usaha :

III. Identitas Pemilik/Direktur Utama/Penanggung Jawab Perusahaan

  1. Nama Lengkap               :
  2. Tempat/Tanggal Lahir :
  3. Alamat Rumah               :
  4. Nomor Telepon/Faks   :
  5. Istri/Suami                     :
    • Nama                      :
    • Kewarganegaraan:

IV. Modal Disetor dan Kekayaan Bersih (Netto):Rp 150.000.000

Perusahaan seluruhnya tidak termasuk tanah dan tempat usaha.

V. Kegiatan Usaha

  1. Kelembagaan                                           :
  2. Bidang Usaha (sesuai KLUI)                :
  3. Jenis Barang/Jasa Dagangan Utama :

Pimpinan Perusahaan,

Tempat, tanggal, bulan, dan tahun

(Nama Jelas)

2. Contoh Surat Izin Usaha (SIUP) – Hasil Akhir Surat SIUP

Berikut ini adalah contoh Surat Izin Usaha (SIUP) dalam bentuk hasil akhirnya yang akan pemilik usaha dapatkan:

contoh surat izin usaha
(sumber gambar: koinworks.com)

Siapa yang Bisa Bebas dari Pengurusan SIUP?

Lalu, apakah ada usaha yang bebas dari pengursan surat izin usaha ini? Jawabannya adalah ada. Meski memang menjadi syarat wajib, namun beberapa pelaku usaha tidak harus memiliki SIUP untuk menjalankan usaha mereka. Hal ini juga sudah ada dalam peraturan dari Menteri Perdagangan RI No. 36/M-DAG/PER/9/2007. Beberapa pihak yang tidak harus mengurus SIUP adalah:

  • Perusahaan kecil dalam artian tidak berbentuk sebagai Badan Hukum atau Persekutuan, usaha yang pengelolaannya pemiliknya adalah anggota keluarga atau kerabat dekat
  • Pedagang yang berjualan di pinggir jalan, pedagang kaki lima, pedagang keliling, dan pedagang asongan
  • Kantor perwakilan perusahaan atau kantor cabang perusahaan

Itulah informasi seputar SIUP atau Surat Izin Usaha Perdangan sekaligus cara membuat dan contoh Surat Izin Usaha. Meski terlihat sepele, jangan sampai jalannya usaha Anda menjadi terhambat karena belum memiliki surat izin ini. Jadi pastikan bahwa Anda sudah memiliki SIUP secara resmi. Apalagi cara pembuatan SIUP juga terbilang mudah bahkan bisa Anda wakilkan jika berhalangan untuk mengurusnya. Semoga informasi ini bisa menjadi referensi ya!

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.