Contoh Tabel Program Kerja Marketing Properti yang Benar

  • Bagikan
contoh tabel program kerja marketing

Contoh tabel program kerja marketing sebenarnya cukup beragam. Tergantung dari produk apa yang akan kamu pasarkan. Sebab, masing-masing jenis produk memiliki jenis pendekatan yang berbeda-beda. Begitu pun pada marketing properti yang akan kita jadikan sebagai pembahasan utama kali ini.

Marketing properti menjadi salah satu bidang pekerjaan dengan gaji yang cukup menggiurkan. Namun meski demikian, seorang marketing properti juga dituntut untuk dapat menjual produk barang yang bernilai jual tinggi sehingga hal ini dapat menjadi pressure bagi mereka juga.

Maka dari itu, terdapat banyak cara yang bisa dilakukan oleh agen marketing properti untuk menghasilkan penjualan atau berhasil melakukan closing. Salah satunya adalah dengan membuat tabel program kerja marketing atau divisi pemasaran perusahaan.

Nah, bagaimana cara membuat dan apa saja contoh tabel program kerja marketing yang baik dan benar? Pada artikel berikut, kami akan memberikan informasi lengkap seputar hal tersebut. Simak lengkap ulasannya berikut ini, ya.

Mengenal Tabel Program Kerja Marketing

Program kerja marketing properti sendiri adalah sebuah program yang dibuat dengan tujuan dapat memberikan gambaran alur kerja seorang marketer agar lebih terstruktur. Lewat program ini, seorang marketer dapat menjalankan job desk mereka dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan.

Penting untuk diingat bahwa setiap perusahaan memiliki program kerjanya tersendiri untuk masing-masing divisi. Maka dari itu, perlu penyesuaian diri terhadap program kerja di perusahaan tempat kita bekerja.

Untuk memudahkan karyawan dalam bekerja, biasanya terdapat program kerja yang berbentuk tabel. Hal ini akan memudahkan mereka dalam memahami alur kerja dan mengikutinya secara terstruktur dengan urut. 

Contoh Tabel Program Kerja Marketing Properti

contoh tabel program kerja marketing-2

Contoh tabel program kerja marketing bisa di buat dengan mudah dengan beberapa macam komponen. Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Membuat campaign promosi

Salah satu hal yang harus bisa di lakukan oleh semua calon pemasar atau marketer adalah dapat membuat campaign promosi untuk penjualan. Dalam hal ini, mereka harus dapat membuat konten atau materi pemasaran yang bisa membuat calon pembeli tertarik untuk membaca atau bahkan menghubunginya.

Ada banyak cara yang bisa di lakukan dalam membuat campaian pemasaran ini. Mulai dari menggunakan sosial media ataupun dengan meletakkan properti yang akan di pasarkan ke situs marketplace khusus untuk properti.

Akan lebih baik juga jika seorang marketer memahami teknik copywriting yang baik dan benar agar dapat membuat kampanye pemasaran mereka lebih efektif menjangkau pelanggan. Salah satu teknik copywriting yang bisa di coba oleh marketer properti adalah AIDA (Attention, Interest, Desire, and Action).

Kamu bisa mempelajari konsep AIDA tersebut terlebih dahulu untuk kemudian di implementasikan dalam kampanye pemasaran yang akan dijalankan.

2. Buat materi pemasaran yang menarik

Selanjutnya, seorang marketer yang handal juga harus dapat merancang dan membuat materi konten yang menarik untuk pemasaran bisnis mereka. Sebagai contoh, kamu bisa meniru konsep iklan brand-brand besar lain yang kreatif dan sudah sukses.

Kamu bisa mengamatinya terlebih dahulu dan melakukan modifikasi sesuai dengan target pasar yang akan kamu tuju. Cara penyampaian yang sesuai dapat membantu kampanye iklanmu berjalan lebih efektif di bandingkan dengan membuatnya secara asal.

3. Buat iklan di sosial media

Tak hanya bisa digunakan secara gratis, kamu juga bisa menggunakan platform sosial media untuk beriklan secara berbayar. Tentunya dengan iklan berbayar ini akan membuat kampanye pemasaranmu menjangkau lebih banyak orang secara luas.

Meski demikian, kamu tak perlu khawatir soal budget yang diperlukan. Karena semuanya bisa di atur sesuai dengan preferensi dan budget yang kamu miliki.

Seorang marketer yang baik juga harus mampu mengukur budget yang akan mereka gunakan dan seberapa jauh iklan tersebut dapat berjalan. Jangan lupa juga untuk membuat laporan dari setiap kampanye iklan yang sudah kamu buat.

4. Membuat artikel seputar properti

Untuk menghasilkan penjualan, kamu tidak harus selalu menjalankan promosi secara terus menerus. Sebaliknya, kamu juga harus memberikan selingan informasi lain seperti tips seputar memilih properti, perawatan yang benar, asuransi, dan lain sebagainya.

Dengan demikian, audiens yang tidak atau belum tertarik untuk membeli properti, tetap bisa mendapatkan value dari sosial media atau situs web resmi perusahaanmu. Selain itu, artikel ini juga dapat kamu gunakan sebagai media untuk mendekatkan diri antara brand dengan calon konsumen agar mereka mau berubah pikiran.

5. Manfaatkan event yang ada

Ada banyak event yang bisa di masuki oleh marketing properti. Salah satunya adalah event pameran di mall-mall, yang notabenenya akan di hadiri oleh banyak orang.

Seorang marketer properti harus senantiasa update terhadap informasi event atau acara yang akan di gelar agar dapat mendirikan booth khusus di dalamnya. Lewat cara ini, selain dapat menarik perhatian orang-orang, kamu juga bisa memperluas brand awareness perusahaanmu ke mereka.

Namun untuk mendirikan booth di suatu event juga memerlukan modal. Jadi kamu bisa menyesuaikannya dengan budget yang telah perusahaan berikan. Sebab nantinya juga ada hal lain yang harus di siapkan mulai dari cetak pamflet, banner, dan materi promosi yang lain sebagainya.

6. Kerja sama dengan perbankan

Lanjut, ada baiknya juga perusahaan propertimu bekerja sama dengan lembaga perbankan tertentu untuk memberikan layanan KPR bagi konsumen atau nasabahnya.

Selain itu, kamu juga bisa mengajak kerja sama sektor lain seperti notaris, koperasi, dan lain sebagainya. Nantinya, lewat kerja sama tersebut, masing-masing pihak dapat memberikan rekomendasi terhadap produk atau jasa yang di tawarkan satu sama lain.

7. Menangani pertanyaan calon pelanggan

Program kerja marketing properti yang berikutnya adalah dengan menangani setiap pertanyaan yang di ajukan oleh calon konsumen. Sebisa mungkin jawablah pertanyaan mereka dengan baik agar mereka tertarik membeli produk properti yang kamu tawarkan.

Perlu kamu ingat, bahwa marketing adalah ujung tombak perusahaan. Sehingga pelayanan yang di berikan harus terus di tingkatkan.

Menjawab pertanyaan calon konsumen dengan ramah, membalasnya dengan cepat dan lengkap dapat menjadi salah satu kunci closing atau terjadinya penjualan pada properti yang kamu tawarkan.

8. Menemani calon konsumen survei lokasi

Jangan pernah keberatan jika calon pembeli meminta untuk melakukan survei lokasi. Sebagai marketer yang baik, kamu harus menemaninya sekaligus memberikan informasi terkait hal-hal seputar properti tersebut.

Kamu bisa menyampaikan kelebihan properti yang sedang di survei atau bisa juga dengan menawarkan properti lain sesuai dengan kebutuhan konsumen tersebut. Dengan demikian, calon pembeli akan merasa lebih nyaman dan berpotensi besar membeli propertinya dari kamu.

Nah, itulah tadi artikel mengenai contoh tabel program kerja marketing properti yang perlu kamu tahu. Selamat mencoba!

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.