Informasi Seputar Harga Saham BBNI dan Prospeknya

  • Bagikan
harga saham BBNI

Pergerakan harga saham di Indonesia memang sangat menarik perhatian para investor. Pergerakan harga ini memegang peranan penting terkait kegiatan investasi yang ada di Indonesia. Salah satu saham potensial yang bisa Anda pilih adalah saham BBNI. Harga saham BBNI tergolong cukup stabil dan menjadi salah satu pilihan bagus bagi investor. Inilah informasi seputar saham BBNI selengkapnya.

Mengenal Apa Itu Saham BBNI 

harga saham BBNI
(sumber gambar: Liputan6.com)

Sebelum membahas mengenai harga saham BBNI lebih jauh, agaknya Anda harus memahami apa itu saham BBNI terlebih dahulu. Pada dasarnya, BBNI merupakan kode saham milik Bank Negara Indonesia atau BNI. Bank Negara Indonesa (BNI) Persero Tbk adalah salah satu bank yang tergabung dalam Bank Umum Milik Negara. Bank ini berdiri pada tanggal 5 Juli 1946 dan sejak saat itu kiprah bank BNI sangat besar dan memiliki peran yang sangat krusial bagi sektor perbankan tanah air.

Pusat dari kantor bank BNI adalah di Jl. Jendral Sudirman Kav. 1 Jakarta.  Ruang lingkup kinerja BNI secara keseluruhan adalah bergerak di bidang perbankan negara dan umum. Dalam kegiatan operasional dan struktur manajemen organisasinya, pimpinan dari Bank BNI adalahh seorang Direktur Utama.

Hingga saat ini, bank BNI sudah memiliki total 2.262 kantor cabang yang tersebar di seluruh penjuru tanah air dan memiliki cabang di luar negeri. Jumlah cabang BNI yang berada di luar negeri adalah 8 cabang yang berada di Australia, Kanada, Hongkong, Jepang, Korea Selatan, Singapura, London, dan New York Amerika Serikat.

Banyaknya kantor cabang tersebut membuktikan bahwa kinerja dan wilayah operasional dari Bank BNI memang tersebar sangat luas dan menjadi salah satu bank terkemuka di Indonesia. BNI juga memiliki unit perbankan syariahnya tersendiri. Tercatat sejak tahun 2010, unit syariah dari BNI akhirnya berdiri sendiri dengan mengusung nama BNI Syariah.

Baca Juga: Mudah dan Untung Berlimpah, Pahami Cara Investasi Bitcoin Ini! 

Harga Saham BBNI  

harga saham BBNI
(sumber gambar: kompas.com)

Menjadi salah satu saham potensial di Indonesia pergerakan harga saham BBNI memang selalu menjadi perhatian. Sejak muncul pada tahun 1996 pada kegiatan IPO pertamanya, saham BBNI memiliki rekam jejak harga saham yang cukup stabil. Di tahun 1996, bank BNI menawarkan sahamnya setelah mendapatkan pernyataan efektif dari Bapepam-LK. Harga saham BBNI pertama yang mereka tawarkan adalah Rp. 500/ lembar saham.

Saat ini terhitung hingga pada tanggal 10 Agustus 2021, harga saham BBNI adalah sebesar  Rp. 4.990 per lembar sahamnya. Harga ini tergolong stabil setelah memasuki masa pandemi dimana saat itu harga saham BBNI juga turut terkena imbasnya dan menjadi anjlok. Padahal, sebelum pandemi terjadi harga saham BBNI sempat menyentuh harga Rp. 9.600 per lembarnya. Hal ini tentu sangat jatuh penurunanya sebelum berhasil stabil lagi diangka Rp.4.990 per lembarnya.

Saat pandemi virus corona terjadi, memang seluruh saham di Indonesia mendapatkan imbasnya. Banyak saham potensial yang ikut mengalami koreksi nilai cukup dalam. Sehingga penurunan harga saham BBNI cukup bisa Anda maklumi akibat pandemi. Jadi, apabila Anda ingin membeli saham BBNI saat ini, harga yang harus Anda bayar adalah Rp. 4.990 untuk setiap lembarnya.

Potensi Saham BBNI Bagi Para Investor 

Hal yang wajib menjadi pertimbangan bagi para investor sebelum memilih saham adalah bagaimana kondisi fundamental suatu perusahaan emiten. Hal ini juga harus Anda lakukan sebelum memilih saham BBNI. Secara keseluruhan, kondisi fundamental dari Bank BNI terbilang cukup baik. Total kapitalisasi yang berhasil BNI himpun mencapai nilai 84,19 triliun rupiah.

Selain itu, laba yang berhasil BNI dapatkan juga tergolong baik. Terhitung pada tahun 2014 lalu, BNI berhasil mencatatkan perolehan laba 2 digit pertama mereka yaitu sebesar 10,8 triliun rupiah. Kemudian pada tahun 2016, BNI berhasil meraih laba sebesar 11,41 triliun rupiah. Namun, kondisi fundamental dari BNI juga harus Anda perhatikan dari beberapa hal lainnya. Beberapa hal tersebut adalah:

1. Aset, Hutang dan Modal Bank BNI 

Bagian dari analisa fundamental yang pertama adalah kondisi aset, hutang, dan modal dari Bank BNI. Pada dasarnya, Bank BNI memiliki catatan aset dan modal yang cukup stabil dan cenderung meningkat setiap tahunnya. Namun, yang perlu Anda ketahui, jumlah hutang yang ada pada perusahaan ini kurang seimbang. Sehingga hal ini perlu menjadi warning atau peringatan untuk Anda.

Ketiga hal ini bisa menjadi tolak ukur apakah suatu perusahaan berhasil mengelola keuangannya dengan efektif dan efisien atau tidak. Maka jawabannya, BNI cukup berhasil dalam pengelolaan keuangan yang mereka miliki. Meskipun, Anda harus tetap melihat lingkup fundamental yang lain untuk menentukan apakah saham ini benar-benar layak untuk Anda beli atau tidak.

2. Penjualan, Laba Bersih, dan Beban Pokok 

Tidak bisa dipungkiri, data penjualan dari BNI memang cenderung naik turun dan fluktuatif dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ini, yaitu dari tahun 2015 sampai 2019. Dari beban pokoknya juga cenderung terus bertambah setiap tahunnya. Meski demikian, hal yang patut untuk Anda apresiasi adalah bahwa Bank BNI tetap berhasil memperoleh kenaikan laba bersih setiap tahunnya. Tentu hal ini adalah tanda kondisi keuangan yang cukup baik.

3. Deviden 

Salah satu keuntungan dari investasi saham adalah deviden. Sebagai sebuah emiten, Bank BNI termasuk yang cukup rajin dalam membagikan deviden kepada para investornya. Nah, apabila Anda adalah investor yang mencari keuntungan investasi yang berasal dari deviden, maka saham BBNI bisa menjadi salah satu saham yang layak untuk Anda pertimbangkan.

Prospek dan Potensi Saham BBNI di Masa Mendatang 

Tidak bisa kita pungkiri bahwa situasi pandemi yang terjadi, memberikan dampak yang sangat besar terhadap pergerakan harga saham di Indonesia termasuk bank BNI.  Akibat pandemi yang terjadi pada awal tahun 2020 lalu, Bank BNI mengalami tekanan yang cukup besar dan berpengaruh cukup serius bagi pergerakan harga saham mereka. Hal ini bisa terlihat dari harga saham yang sempat menyentuh titik terendah pada harga Rp. 4.150 pada tanggal 14 Maret 2020 lalu. Meski kemudian harga saham BBNI sudah merangkak naik lagi.

Kondisi makro ekonomi yang terjadi di Indonesia akan memberikan dampak yang sangat besar terhadap harga saham BBNI nantinya. Jika memang makro ekonomi Indonesia membaik, maka harga saham secara keseluruhan juga akan menjadi stabil kembali.  Selain itu, perlu Anda pahami bahwa dari 4 bank besar lain yang ada di Indonesia, saham BBNI memiliki harga yang terbilang paling murah.

Meski paling murah, namun bukan berarti saham ini tidak memiliki prospek dan potensi di masa mendatang. Saham BBNI masih memiliki potensi dan prospek yang kuat karena kondisi modal yang ada di BNI juga tergolong masih sangat kuat. Apabila kondisi ekonomi Indonesia membaik, maka saham BBNI juga akan turut membaik.

Bahkan, hasil proyeksi harga saham BBNI yang disampaikan oleh seorang analis perbankan yaitu Anggaraksa Arismunandar, saham BBNI bisa menyentuh harga Rp. 7.950 per lembar sahamnya. Tentu hal ini bisa menjadi angin segar bagi para investor yang mengalokasikan dana mereka di saham BBNI. Jadi, Anda tidak perlu khawatir apabila ingin berinvestasi di saham BBNI ini, karena memang prospeknya masih sangat bagus untuk beberapa tahun mendatang.

Lakukan Diversifikasi Portofolio Saham 

Meski begitu, tetap sebaiknya bagi Anda untuk melakukan diversifikasi portofolio saham. Maksudnya adalah tidak membeli saham hanya dari 1 (satu) sektor saja misalnya perbankan. Sebab, hal ini bisa memberikan efek buruk jika memang perbankan sedang lesu dan loyo. Lain halnya jika Anda melakukan diversifikasi saham.

Apabila Anda melakukan diversifikasi, maka apabila sektor perbankan sedang lesu, setidaknya Anda masih memiliki sektor saham lain yang pergerakannya masih terbilang stabil. Contohnya sektor properti, consumer goods, pertambangan, dan sebagainya. Diversfikasi saham adalah salah satu kunci yang bisa membuat investasi saham Anda menjadi lebih aman dan resikonya bisa Anda minimalisir. Jadi, lebih baik lakukan diversfikasi sekarang juga meski saham yang Anda miliki saat ini masih memiliki kondisi yang bagus dan stabil.

Itulah informasi tentang harga saham BBNI dan prospeknya di masa mendatang. Kesimpulannya adalah saham BBNI masih memiliki potensi yang sangat besar untuk Anda pilih sebagai produk investasi Anda. Meski saat ini masih berada di angka Rp. 4.990 per lembarnya, namun di masa mendatang, proyeksi harga saham dari BBNI bisa menembus hingga Rp. 7000 per lembarnya. Jadi, produk saham ini tetap layak untuk Anda pertimbangkan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.