Mengenal Investasi Jangka Pendek beserta Jenis-jenisnya

  • Bagikan
investasi jangka pendek

Saat ini, masyarakat Indonesia sudah semakin sadar akan penting dan manfaat berinvestasi untuk keuangan mereka. Investasi sendiri bertujuan untuk mengelola keuangan yang Anda miliki supaya lebih terjamin dan bisa Anda gunakan untuk kepentingan di masa mendatang. Salah satu jenis investasi yang layak Anda pertimbangkan adalah investasi jangka pendek.

Banyak masyarakat yang mulai melirik investasi jangka pendek karena potensi keuntungan yang akan mereka dapatkan tergolong cepat. Anda juga tidak harus menunggu waktu yang lama untuk terlihat hasilnya. Namun, perlu Anda selalu ingat bahwa setiap jenis investasi apapun pasti memiliki resikonya tersendiri. Untuk itulah, akan sangat penting memahami investasi jangka pendek dan resikonya supaya Anda bisa menyesuaikan dengan profil resiko keuangan dan kebutuhan Anda.

Definisi Investasi Jangka Pendek

investasi jangka pendek
(sumber gambar: cermati.com)

Secara garis besar, investasi akan terbagi menjadi 3 (tiga) jika berdasarkan jangka waktu atau lamanya melakukan investasi. Pertama adalah investasi jangka panjang. Kedua, adalah investasi jangka menengah, dan ketiga adalah investasi jangka pendek. Ketiga jenis investasi ini tentu memiliki definisi yang berbeda.

Melansir dari laman investasi populer The Streetdefinisi investasi jangka pendek adalah jenis investasi yang dilakukan investor selama jangka waktu 1 (satu) tahun atau kurang. Bahkan, ada juga investor yang melakukan investasi ini hanya dalam waktu beberapa bulan atau minggu saja.  Sementara sebaliknya, jangka panjang adalah investasi yang masanya lebih dari waktu 1 (satu) tahun.

Ketahui 4 Jenis Investasi Jangka Pendek 

Agar lebih mudah membantu dalam memberikan gambaran kepada Anda mengenai investasi jangka pendek, maka Anda bisa membaca contoh dari investasi ini. Secara umum, ada beberapa jenis investasi ini yang bisa Anda pilih. Diantaranya adalah:

1. Deposito 

Jenis yang pertama adalah deposito. Dengan investasi ini, Anda bisa mengambil uang yang Anda simpan dalam jangka waktu tertentu. Jangka waktu ini bisa Anda pilh mulai dari 1, 3, 6, atau bahkan 12 bulan. Pengguna investasi ini umumnya adalah orang dengan pendapatan dan kondisi ekonomi yang cukup stabil.

Keuntungan yang kan Anda dapatkan berasal dari bunga per bulan. Umumnya mencapai 4% sampai 6%, tergantung pada bank yang Anda pilih. Jumlah keuntungan dari deposito juga lebih besar daripada jenis tabungan bank biasa. Sayangnya, uang yang harus Anda setorkan di awal masa investasi memang cenderung lebih besari daripada tabungan biasa.

2. Obligasi Negara Ritel (ORI) 

Selanjutnya adalah ORI atau obligasi negara ritel. Jenis investasi yang satu ini juga bisa Anda artikan sebagai surat utang. Penerbit dari ORI adalah pemerintah, sehingga resikonya cenderung rendah dan keamanannya terjamin. Jangka waktu ORI umumnya adalah selama 3 (tiga) tahun dan umumnya minimal investasi adalah sebesar 3 juta rupiah.

3. Forex 

Selain deposito dan ORI, Anda juga bisa menginvestasikan uang pada forex. Investasi ini akan berbasis pada perdagangan mata uang asing. Ketelitian dan kemampuan untuk selalu up to date dengan pergerakan mata uang asing adalah salah satu kunci kesuksesan berinvestasi di forex. Pergerakan mata uang asing ini akan berlangsung sangat cepat dan memiliki fluktuasi yang cukup tinggi.

Artinya, meski menguntungkan dan cepat, resiko dari forex juga besar. Anda harus benar-benar menguasai dan memahami ilmu tentang forex sebelum terjun ke dunia investasi yang satu ini. Tanpa ilmu dan penguasaan yang cukup, bukan tidak mungkin malah kerugian yang akan Anda dapatkan saat berinvestasi di forex.

4. Reksadana Pasar Uang 

Jenis investasi jangka pendek selanjutnya adalah reksadana pasar uang. Dana yang sudah terkumpul, nantinya akan diinvestasikan oleh manajer keuangan pada berbagai instrumen pasar uang yang ada. Mulai dari sertifikat deposito, sertifikat Bank Indonesia, hingga surat berharga pasar uang.

Banyak orang yang memilih reksadana pasar uang juga karena jumlah investasi awal yang tergolong terjangkau. Beberapa platform bahkan menyediakan pilihan mulai dari Rp.100.000 saja Anda sudah bisa berinvestasi di instrumen ini. Resikonya juga tergolong kecil dan sebanding dengan keuntungan yang akan Anda peroleh nantinya.

Pencairan dari reksadana pasar uang juga sangat fleksibel dan mudah. Anda bisa menarik kapan saja tanpa mendapatkan penalti atau sanksi. Contohnya, tujuan awal Anda berinvestasi di reksadana pasar uang adalah selama 2 tahun. Namun ternyata di tengah perjalanan, Anda membutuhkan dana cepat. Nah, Anda bisa mencairkan dana tersebut saat itu juga tanpa harus takut ada penalti.

Selain 4 (empat) jenis tersebut, Anda juga bisa memilih jenis syariah untuk berinvestasi. Seperti reksadana syariah, obligasi syariah, dan deposito syariah. Prinsip investasi syariah sebenarnya sama dengan konvensional, hanya saja memang prakteknya akan berdasarkan pada prinsip Islami. Jadi, bagi Anda yang takut investasinya bertentangan dengan hukum atau prinsip Islam, bisa memilih investasi syariah.

Baca Juga: Perbedaan Saham dan Obligasi, Mana yang Paling Menguntungkan?

Keuntungan Investasi Jangka Pendek 

investasi jangka pendek
(sumber gambar: tribunnews.com)

Selain lebih cepat dalam memperoleh keuntungan, investasi jangka pendek juga memiliki keuntungan lain yang bisa Anda pertimbangkan. Diantara keuntungan tersebut adalah:

1. Proses Mencairkan Dana yang Lebih Mudah dan Fleksibel 

Keuntungan pertama adalah investasi jangka pendek bisa Anda cairkan dengan lebih fleksibel. Profit yang akan Anda dapatkan dari investasi ini umumnya akan berlangsung dalam waktu yang cukup cepat setelah Anda mulai berinvestasi. Maka dari itulah, jika Anda ingin mengambil keuntungan tersebut, bisa dengan mudah untuk Anda cairkan. Inilah yang menarik banyak orang untuk mulai berinvestasi dengan jangka yang pendek.

Contohnya adalah seperti ini. Katakanlah Anda berinvestasi di instrumen obligasi dengan jangka waktu maksimal 6 bulan saja. Setelah 6 bulan, Anda bisa langsung mengambil keuntungan dari investasi itu tanpa harus menunggu lebih lama lagi. Tentunya hal ini bisa langsung Anda pakai untuk berbagai kebutuhan.

2. Bisa Menjadi Dana yang Memenuhi Kebutuhan Darurat 

Keuntungan yang satu ini, masih terkait dengan mudahnya pencairan investasi jangka  pendek. Karena sangat mudah untuk Anda cairkan, maka hal ini juga turut membuat dana dari investasi ini bisa Anda pakai untuk kebutuhan darurat.

Misalnya, Anda baru saja berinvestasi di forex trading selama 1 bulan. Karena sudah mendapatkan keuntungan, jika baru 1 bulan investasi Anda membutuhkan dana darurat untuk kebutuhan seperti biaya rumah sakit mendesak, Anda bisa langsung mencairkan dan menggunakan keuntungan dari trading forex ini.

Hal ini juga akan sesuai bagi Anda yang masih memulai terjun ke dunia investasi. Umumnya, pemula masih akan kesulitan untuk menyisihkan dana bulanan mereka untuk dana darurat dan lebih memilih menginvestasikannya. Nah, dengan investasi yang pendek, Anda bisa langsung mencairkannya untuk kebutuhan mendesak.

3. Bisa Memberikan Return yang Cepat 

Pengembalian keuntungan dalam dunia invstasi seringkali mendapat sebutan return. Jika Anda memilih investasi dengan jangka waktu yang pendek dan singkat, return yang akan Anda dapat juga cepat. Bisa hanya dalam jangka waktu 1 tahun saja, atau bahkan ada yang bisa lebih cepat.

Tidak heran, jika saat ini mulai banyak sekali investor yang akan menginvestasikan hasil atau labanya kembali supaya return yang mereka dapat menjadi lebih besar. Apalagi pembelian dan proses pencairan investasi ini yang sangat mudah dan bisa Anda lakukan kapanpun dan dimanapun. Lewat smartphone saja, Anda sudah bisa membeli instrumen investasi secara real time. 

Meski menguntungkan dan memiliki banyak keunggulan, bukan berarti investasi ini langsung serta merta bebas resiko. Sebab, jenis investasi apapun akan selalu memiliki resikonya masing-masing. Beberapa resiko yang akan Anda dapatkan saat berinvestasi adalah:

  • Keuntungannya yang cenderung kecil daripada investasi jangka panjang atau menengah
  • Tergolong rentan dan beresiko terhadap inflasi
  • Efek compounding investasi atau bunga yang berbunga pada investasi yang tidak terlalu signifikan daripada investasi jangka panjang

Maka dari itu, selalu pastikan untuk memilih jenis investasi yang memang sesuai dengan profil resiko keuangan Anda pribadi. Jika memang sesuai dengan investasi ini, maka tidak ada salahnya untuk berinvestasi. Namun, pastikan juga sudah memahami semua ilmu terkait instumen yang akan Anda pilih. Baik itu ilmu tentang deposito, forex, ataupun reksadana pasar uang. Sehingga, jika suatu hari saat berinvestasi ada resiko yang muncul, Anda sudah siap untuk menghadapi resiko itu sekaligus dengan kerugiannya.

Itulah informasi terkait pengertian investasi jangka pendek sekaligus jenis-jenisnya. Jenis investasi ini bisa menjadi alternatif bagi Anda yang masih pemula dan baru ingin terjun ke dunia investasi dengan jangka waktu yang lebih lama. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi referensi ya!

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.