Investasi Saham Adalah? Simak Informasi Lengkapnya Berikut Ini!

  • Bagikan
investasi saham adalah

Investasi saham adalah salah satu bentuk investasi yang menjanjikan untuk masa depan. Banyak sekali investor yang memilih saham karena potensi keuntungannya yang memang besar. Sebenarnya, ada banyak instrumen investasi lain yang bisa masyarakat pilih. Namun memang popularitas saham sebagai instrumen investasi yang berprospek bagus masih belum tertandingi. Meski banyak yang melakukannya, nyatanya masih banyak orang yang bingung investasi saham itu apa dan bagaimana melakukannya agar mendapatkan untung.

Kebanyakan masih hanya mengikuti tren investasi saham yang memang semakin marak saja. Padahal, hal seperti ini tidak baik dan bisa mengarahkan investor pada jurang kebangkrutan. Sebab, ia tidak memahami dengan baik definisi dari investasi saham dan bagaimana cara memperoleh keuntungan yang optimal. Sekaligus tidak bisa menghadapi resiko dari investasi saham. Untuk itu, kami hadirkan informasi berikut ini tentang investasi saham yang bisa menjadi bekal Anda sebelum menjadi investor saham. Yuk, simak!

Investasi Saham Adalah?

investasi saham adalah
(sumber gambar: frocktrade.com)

Investasi adalah kegiatan untuk menanamkan aset atau modal yang Anda miliki dalam jangka waktu tertentu. Tujuannya untuk mendapatkan keuntungan atau timbal balik yang lebih besar di masa mendatang. Aset yang bisa Anda pilih ini bisa sangat beragam, mulai dari emas, deposito, reksadana, termasuk saham. Jadi, investasi saham adalah suatu kegiatan untuk menanamkan modal Anda ke suatu perusahaan atau emiten dalam jangka waktu tertentu. Tujuannya agar di masa depan, modal yang Anda tanamkan bisa menjadi lebih besar jumlahnya.

Dengan melakukan investasi saham, maka Anda secara sah menjadi bagian dari suatu perusahaan. Sebab, Anda merupakan salah satu pemegang saham dalam perusahaan itu. Artinya, Anda bisa mengikuti RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) dan mendapatkan keuntungan dari laba perusahaan.

Baca Juga: Tak Hanya Fundamental, Pelajari Juga Analisis Teknikal Saham Disini!

Keuntungan Investasi Saham

Keuntungan yang akan Anda dapatkan akan berupa dividen, capital gain, dan hak kepemilikan saham. Inilah berbagai keuntungan tersebut:

1. Dividen 

Dividen memiliki arti keuntungan yang akan investor dapatkan dari hasil laba perusahaan. Biasanya pembagian dividen ini akan tergantung kebijakan setiap perusahaan. Ada yang membagikan dividen setiap kuartal atau setiap tahun. Jumlah dividen yang investor dapatkan juga tergantung dari kebijakan emiten.  Ada 2 (dua) jenis dividen yang bisa investor dapatkan. Pertama adalah dividen berupa uang tunai dan kedua adalah dividen berupa saham.

2. Capital Gain 

Sementara itu, capital gain adalah keuntungan yang investor dapatkan dari selisih harga beli dan harga jual saham. Misalnya, Anda membeli saham seharga Rp.1.000.000. Kemudian, dalam beberapa bulan harga saham tersebut naik dan Anda menjualnya. Saham tersebut terjual dengan harga Rp.1.500.000. Maka, selisih Rp. 500.000 yang Anda dapatkan merupakan capital gain. 

3. Hak Kepemilikan Saham

Saat melakukan investasi saham, itu artinya Anda juga memiliki hak kepemilikan saham atas suatu perusahaan. Artinya, Anda sudah menjadi bagian dalam perusahaan tersebut.

Meski mendapatkan keuntungan, bukan berarti investasi saham tidak ada resikonya ya. Resiko dari investasi saham adalah potensi perusahaan emiten terkena suspend, delisting, dan likuiditas. Selain itu, resiko lainnya adalah cut loss. Dimana hal ini merupakan kebalikan dari capital gain yang artinya harga saham justru merosot terus akibat fluktuasi harga.

Tujuan Investasi Saham

investasi saham adalah
(sumber gambar: manajemen.uma.ac.id)

Berinvestasi saham juga ada tujuannya. Sebagai investor, jangan sampai Anda tidak memiliki tujuan apapun saat berinvestasi. Beberapa tujuan investasi saham adalah:

1. Mengembangkan Aset

Salah satu tujuan dari investasi saham adalah untuk mengembangkan aset yang Anda miliki. Modal yang sudah Anda percayakan dan setorkan pada perusahaan atau emiten, nantinya akan mereka kelola dengan baik. Hasilnya, harga saham bisa saja mengalami kenaikan namun bisa juga turun. Apabila harga saham naik, maka jelas aset yang Anda miliki akan bertambah karena adanya keuntungan yang Anda dapat berupa dividen atau capital gain. 

2. Mencapai Tujuan Finansial Tertentu

Investasi saham juga bisa Anda gunakan untuk membantu Anda mencapai suatu tujuan finansial tertentu. Misalnya adalah untuk mempersiapkan dana membangun rumah dalam jangka waktu 8 tahun mendatang. Seandainya Anda hanya menabung uang saja, untuk membeli rumah, maka akan terasa lebih berat daripada saat Anda berinvestasi. Sebab, Anda tidak akan mendapatkan tambahan dari uang tersebut.

Jumlah uang yang Anda tabung akan tetap sama dan malah berpotensi mengalami penurunan nilai karena inflasi. Hal ini bisa Anda cegah dengan berinvestasi. Secara rutin katakanlah Anda menyetorkan dana 8 juta setiap bulannya untuk berinvestasi. Nah, setelah 8 tahun, maka jumlah investasi Anda akan jauh lebih besar dan untung daripada tabungan biasa. Sebab ada tambahan keuntungan lain dari dividen dan juga capital gain. 

3. Sarana Menyiapkan Dana Pensiun

Investasi juga bisa menjadi sarana untuk menyiapkan dana pensiun. Tentunya bertujuan agar masa tua Anda bisa hidup dengan tenang tanpa harus khawatir akan keuangan. Kuncinya, adalah menyisihkan dana dengan rutin setiap bulan untuk Anda investasikan. Dalam beberapa tahun ke depan, saat Anda pensiun, Anda hanya tinggal memetik buah manis dari investasi tersebut untuk masa tua yang tenang.

Tips Investasi Saham untuk Pemula 

Investasi saham memang tidak sulit. Akan tetapi, Anda membutuhkan tips dan trik yang tepat agar bisa melakukan investasi dengan tepat. Beberapa tips investasi saham adalah:

1. Pilih Perusahaan Sekuritas atau Broker yang Tepat

Broker atau perusahaan sekuritas akan memegang peranan yang krusial dalam setiap transaksi saham yang Anda lakukan. Sebab, Anda tidak akan langsung membeli saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Broker inilah yang akan menjadi perantara kegiatan tersebut. Untuk itu, dalam memilih broker juga harus berhati-hati. Pastikan perusahaan sekuritas yang Anda pilih sudah legal, terdaftar di OJK, memiliki reputasi yang bagus, dan review dari investor lain yang bagus pula.

2. Pahami Perusahaan yang Anda Investasikan

Tips selanjutnya adalah memahami dengan baik perusahaan yang akan Anda investasikan. Memahami ini dalam artian Anda harus mempelajari kondisi perusahaan serta sektor industrinya. Misalnya dari laporan keuangannya, kinerjanya pada bursa saham, lalu bagaimana persaingannya dalam industri sejenis.

Hal-hal ini mungkin terlihat sepele, namun justru ini adalah hal yang sangat penting. Tanpa mengetahui dengan baik bagaimana kondisi fundamental perusahaan, Anda tidak akan bisa mendapatkan saham terbaik. Siapa sih yang mau berinvestasi jika perusahaannya tidak memiliki prospek yang bagus kedepan? Jadi, pastikan Anda benar-benar mencari tau informasi tentang perusahaan yang akan Anda pilih ya.

3. Memilih Kategori Saham Blue Chip 

Blue chip adalah kelompok saham yang memiliki kondisi fundamental yang bagus dan kasarnya lebih tahan terhadap “goncangan” di pasar saham. Nah, sebagai pemula Anda bisa memilih saham-saham yang ada dalam kategori blue chip ini. Tujuannya supaya Anda tidak kaget atau takut jika sewaktu-waktu harga saham anjlok dengan tiba-tiba atau takut tidak bisa memilih saham yang benar.

Meski begitu, memang tidak menutup kemungkinan saham blue chip juga bisa turun. Akan tetapi, sangat kecil kemungkinannya saham-saham ini bisa anjlok sampai terjun bebas atau bahkan likuidasi. Jadi, memang lebih aman memilih saham-saham di dalam kategori blue chip tersebut.

4. Diversifikasi Portofolio Saham

Tips terakhir adalah melakukan diversifikasi portofolio saham. Maksud dari diversifikasi adalah melakukan investasi saham tidak hanya pada 1 sektor industri saja. Misalnya, Anda berinvestasi di PT. Antam yang bergerak di industri logam mulia berupa emas. Nah, setelah itu pilih saham lain yang berbeda sektor industri dengan Antam.

Misalnya Anda memilih investasi di saham BCA yang merupakan produk saham perbankan. Apa tujuannya? Tujuannya agar ketika sewaktu-waktu harga saham pada satu sektor sedang lesu atau turun, Anda masih memiliki saham di sektor lain. Hal ini jelas akan sangat membantu portofolio Anda terjaga dari kerugian. Jadi nilainya tidak anjlok secara bersamaan.

Nah itulah informasi seputar investasi saham. Pada dasarnya, investasi saham adalah kegiatan yang bisa Anda pilih untuk pengembangan aset. Potensi dari investasi ini memang terbilang menjanjikan untuk masa depan. Meski begitu, bukan berarti tidak ada resikonya. Jadi, pastikan Anda sudah memahami segala tentang investasi saham dan berinvestasi sesuai tujuan, kebutuhan, dan profil keuangan Anda ya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.