Inilah Ulasan Seputar Investasi Saham Online Terlengkap

  • Bagikan
investasi saham online

Investasi saham online memang semakin banyak peminatnya saat ini. Selain mudah dari segi aksesnya, investasi ini juga berpotensi memberikan hasil yang menjanjikan. Meski begitu, sebelum benar-benar memulainya Anda harus memahami dengan baik seputar investasi ini. Sebab, banyak orang yang terjun ke dunia investasi saham secara online namun akhirnya gagal dan bangkrut. Bukannya mendapatkan keuntungan, justru malah buntung! Inilah berbagai hal yang harus Anda ketahui tentang investasi ini. Yuk, simak sampai habis!

Sekilas Tentang Investasi Saham Online 

investasi saham online
(sumber gambar: frocktrade.com)

Adanya kemajuan dan inovasi teknologi memang membuat semua urusan manusia menjadi jauh lebih mudah dan praktis. Termasuk dalam hal masalah finansial, seperti contohnya investasi. Dengan inovasi teknologi, investasi saham bisa Anda lakukan dari mana saja dan kapan saja dengan mudah dan cepat. Cukup bermodalkan ponsel atau laptop, transaksi investasi saham bisa Anda selesaikan.

Pada dasarnya, investasi saham merupakan suatu kegiatan untuk menanamkan aset ke suatu perusahaan. Nantinya, penanaman aset tersebut akan menghasilkan keuntungan di masa mendatang. Dulunya, masih banyak orang yang menganggap bahwa saham adalah investasi yang hanya bisa orang berduit lakukan karena membutuhkan modal besar.

Namun hal ini tidak berlaku lagi saat ini, semenjak adanya investasi saham yang berbasis online di aplikasi. Melalui berbagai aplikasi tersebut, Anda bisa melakukan investasi dengan mudah dan juga dengan biaya yang terjangkau. Bahkan ada yang bisa Anda mulai dengan modal sangat kecil yaitu Rp.100.000 saja lho! Adanya kemudahan ini tentu mematahkan stigma bahwa saham adalah investasi bagi orang yang berduit saja.

Cara Investasi Saham Secara Online

Lalu, apakah pembelian dan proses transaksi saham secara online itu sulit? Jawabannya adalah tidak. Berikut langkah yang bisa Anda ikuti:

1. Melakukan Pembukaan Rekening Efek

Setiap investor saham harus memiliki sebuah rekening efek terlebih dahulu. Rekening efek atau rekening saham ini berfungsi seperti tabungan, namun bedanya ini akan terpakai untuk menyimpan saham. Nantinya, Anda harus melakukan registrasi dan pemukaan rekening saham ini di perusahaan sekuritas. Untuk perusahaannya, Anda bisa memilihnya sendiri sesuai preferensi masing-masing.

Ada banyak perusahaan sekuritas yang bisa Anda pilih. Usahakan memilih perusahaan yang sudah terdaftar dan memiliki reputasi yang baik bagi investor. Jangan sampai Anda salah memilih perusahaan sekuritas yang abal-abal. Untuk daftar perusahaan sekuritas yang baik, Anda bisa mencari informasinya di internet dengan mudah.

2. Mendaftarkan Rekening Efek dan Rekening Dana Nasabah

Selain rekening efek, Anda juga harus melakukan pendaftaran rekening dana nasabah. Dulunya, Anda harus melakukan pendaftaran rekening ini di kantor perusahaan sekuritas yang sudah Anda pilih. Akan tetapi, pendaftaran saat ini bisa menjadi lebih mudah karena sudah tersedia fitur online. Ada banyak sekali perusahaan sekuritas yang sudah memfasilitasi pendaftaran rekening ini secara online.

Beberapa perusahaan sekuritas yang sudah memiliki layanan ini adalah BCA Sekuritas, Jasa Utama Capital Sekuritas, Indo Premier Sekuritas, BNI Sekuritas, MNC Sekuritas, Mirae Asset Sekuritas, dan lain sebagainya. Setelah pembukaan rekening dana nasabah dan rekening efek sudah berhasil, maka barulah Anda bisa lanjut ke langkah berikutinya.

3. Mengunduh dan Menginstall Aplikasi Investasi Saham Online

Selain menyediakan layanan pendaftaran online, sudah banyak perusahaan sekuritas yang memiliki aplikasi onlinenya tersendiri. Aplikasi ini sebagai wadah untuk melakukan investasi ataupun trading saham. Intinya, semua transaksi yang berhubungan dengan saham bisa investor akses dengan mudah melalui aplikasi ini.

Nah, untuk aplikasinya sendiri bisa Anda sesuaikan juga dengan perusahaan sekuritas tempat Anda mendaftarkan rekening saham. Anda bisa mengakses Google Play Store bagi pengguna Android, atau App Store bagi pengguna iOS untuk mengunduh aplikasi ini. Silahkan install dan login.

4. Setorkan Sejumlah Dana untuk Deposit Awal

Setelah aplikasi siap, sebelum bisa berinvestasi saham online, Anda harus melakukan deposit dana terlebih dahulu. Deposit ini berguna seperti modal awal untuk pembelian saham. Pastikan dahulu bahwa rekening dana saham dan rekening efek yang Anda miliki sudah aktif. Jika sudah, maka Anda bisa langsung menyetorkan sejumlahh dana.

Setiap aplikasi dan perusahaan sekuritas memiliki ketentuan berbeda-beda terkait jumlah deposit minimal. Maka dari itu, Anda harus memahami betul tentang ketentuan ini. Setelah itu, barulah lakukan penyetoran.

5. Mulai Investasi Saham

Apabila dana deposit awal sudah masuk, maka Anda sudah siap untuk melakukan investasi. Minimal pembelian saham adalah 1 lot atau 100 lembar saham. Untuk jumlah investasi saham awal, Anda bisa menyesuaikannya dengan kemampuan dan besaran dana deposit awal. Bagi pemula, sebaiknya memulai dari nominal kecil terlebih dahulu. Baru setelah mahir, lanjut ke nominal yang lebih besar.

Baca Juga: 1 Lot Saham Berapa Lembar? Yuk, Simak Penjelasannya Disini!

Alasan Harus Berinvestasi Saham Secara Online

investasi saham online
(sumber gambar: investmentu.com)

Lalu, sebenarnya apa yang membuat investasi ini begitu menarik untuk Anda lakukan? Apa alasan yang membuat investasi saham online menjadi potensial? Inilah beberapa alasannya:

1. Fleksibilitas Penggunaan

Alasan pertama tentu adalah fleksibilitas penggunaannya. Dengan sistem online, investasi saham bisa Anda lakukan kapan saja dan dari mana saja. Bahkan hanya dengan bermodalkan smartphone dan internet, Anda sudah bisa bertransaksi. Selain itu, investasi dengan cara online juga lebih hemat waktu, tenaga, dan energi. Bahkan ketika Anda sedang bersantai, Anda bisa melakukan investasi dengan mudah.

2. Bisa Memantau Investasi Kapan Saja

Selain itu, investasi saham online juga memungkinkan Anda untuk memantau investasi yang Anda lakukan kapan saja dan dimana saja. Mulai dari pergerakan harga saham sampai portofolio saham yang Anda miliki, bisa Anda pantau hanya dari device yang mudah Anda akses sehari-hari. Bahkan untuk datanya sendiri bisa Anda dapatkan secara real time. Sehingga Anda sebagai investor bisa melihat progres dari investasi yang Anda lakukan dengan mudah.

3. Cenderung Terjangkau

Alasan selanjutnya adalah modal atau deposit awal yang cenderung terjangkau. Banyak sekali aplikasi yang menyediakan pembelian awal bahkan dari nilai Rp.100.000. Hal ini tentu bisa membantu para pemula dalam berinvestasi. Jadi tidak harus menunggu sampai modal yang Anda miliki berjumlah besar agar bisa melakukan investasi.

4. Adanya Informasi yang Transparan

Informasi yang Anda dapatkan melalui platform aplikasi investasi juga akan tersaji secara transparan. Sebagai investor, Anda bisa langsung melihat berapa nilai jual atau beli saham dengan jelas dan transparan. Data ini tentu akan sangat berguna dalam proses analisis fundamental maupun teknikal untuk kebutuhan investasi Anda. Dengan begitu, segala keputusan investasi bisa Anda tetapkan dengan cepat dan akurat.

Manajemen Resiko Saham Online

Meskipun mudah dan efisien, namun Anda tidak boleh melupakan bahwa tetap ada resiko pada investasi ini. Pada prinsipnya, investasi adalah high risk, high return. Ketika Anda mengharapkan keuntungan yang besar, maka resiko yang harus Anda hadapi juga akan besar.

Maka dari itu, saat memutuskan terjun berinvestasi, Anda sudah harus siap dengan segala konsekuensi dan resiko investasi ini. Jangan sampai Anda tidak siap dan justru mengarahkan Anda pada kebangkrutan karena tidak bisa memanajemen resiko investasi dengan tepat. Resiko investasi saham ini bisa Anda dapatkan dari capital loss, tidak mendapatkan dividen, dan juga likuidasi perusahaan.

Untuk menghindari dan meminimalisir resiko tersebut, beberapa hal yang bisa Anda lakukan. Cara pertama adalah dengan melakukan diversifikasi saham. Dengan cara ini, Anda tidak akan menginvestasikan modal Anda hanya pada satu sektor industri saja. Hasilnya, ketika satu industri sedang loyo, masih ada saham di industri lain yang bisa menopang portofolio Anda.

Cara kedua adalah selalu mulai dari jumlah kecil. Tujuannya agar Anda bisa beradaptasi terlebih dahulu tentang investasi ini. Setelah memang sudah siap, barulah modal bisa Anda tambahkan secara berkala. Cara terakhir adalah memilih saham yang potensial. Potensial dalam artian memiliki prospek dan pergerakan harga yang baik di masa depan. Dengan begitu, keuntungan yang Anda dapat juga maksimal.

Itulah berbagai informasi dari investasi saham yang saat ini sudah bisa Anda lakukan secara online. Anda para pemula yang tertarik dengan saham online, bisa menjadikan ini sebagai referensi. Dengan informasi ini, semoga investasi saham online yang Anda lakukan bisa berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan ya!

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.