Panduan Cara dan Tips Investasi Saham untuk Pemula Terlengkap

  • Bagikan
investasi saham untuk pemula

Saham menjadi salah satu instrumen investasi yang sangat populer bagi investor. Alasannya sederhana, karena bisa memberikan potensi keuntungan yang cukup besar. Cara investasi saham untuk pemula juga terbilang cukup mudah dan tidak ribet. Nah, jika Anda berniat untuk berinvestasi saham juga, inilah panduan yang bisa Anda cermati.

Cara Investasi Saham untuk Pemula

investasi saham untuk pemula
(sumber gambar: forbes.com)

Pada dasarnya, saham merupakan sebuah dokumen yang menjadi bukti penyertaan modal di suatu perusahaan. Ketika Anda memiliki saham dari suatu perusahaan, maka Anda memiliki hak atas keuntungan yang perusahaan tersebut peroleh. Investasi saham tergolong investasi yang high risk atau berisiko tinggi. Jadi untuk melakukannya, Anda membutuhkan ilmu dan pemahaman yang tepat agar bisa berinvestasi dengan aman.

Secara umum, cara membeli saham akan terbagi menjadi 2 (dua), yaitu online dan offline. Mari kita bedah satu persatu pada pembahasan berikut:

1. Cara Investasi Saham Secara Offline

Langkah investasi saham untuk pemula yang harus Anda pahami yang pertama adalah secara offline. Sebelum kemajuan teknologi semakin masif, cara inilah yang menjadi tumpuan pembelian saham. Untuk membeli saham berikut cara yang bisa Anda lakukan:

a. Tentukan Perusahaan Sekuritas

Perusahaan sekuritas adalah pihak perantara yang akan melakukan jual beli saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Selain itu, sekuritaslah yang akan membantu Anda untuk membantu pembukaan rekening saham. Dari sekian banyak sekuritas yang ada di Indonesia, tugas Anda adalah memilih yang terbaik dan yang terpenting adalah aman. BEI memiliki daftar perusahaan sekuritas yang terbaik dan bisa Anda jadikan acuan dalam memilihnya.

b. Buka Rekening Dana Nasabah (RDN)

Fungsi RDN adalah sebagai media untuk melakukan transaksi jual beli yang ada di pasar modal. Tahapan pembuatan RDN adalah sebagai berikut:

  • Siapkan berbagai dokumen yang dibutuhkan. Mulai dari KTP, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), fotokopi bagian depan buku tabungan, dan materai.
  • Datanglah ke kantor perusahaan sekuritas yang sudah Anda pilih sebelumnya lalu utarakan niat Anda untuk membuka RDN. Setelah itu, Anda akan mendapatkan formulir dan harus Anda isi dengan lengkap
  • Setelah RDN selesai dibuat, maka selanjutnya Anda bisa mulai menyetorkan deposito awal yang nantinya bisa Anda pakai untuk mulai membeli saham. Perusahaan sekuritas akan memiliki kebijakan tersendiri terkait jumlah deposit minimal. Umumnya, berkisar antara 100 ribu sampai 3 juta.

c. Memilih Saham yang Tepat

Bagian terpenting agar investasi saham untuk pemula berhasil mendapatkan keuntungan adalah memilih saham yang tepat. Pilihlah saham yang memiliki kondisi fundamental perusahaan yang baik. Bagi pemula, sebaiknya memilih daftar saham yang termasuk dalam golongan blue chip. Sebab saham yang ada dalam daftar tersebut sudah teruji memiliki nilai yang stabil dan cenderung meningkat.

Rekam jejak saham yang ada di blue chip juga baik dan sangat cocok untuk investasi jangka panjang. Meski tetap bisa mengalami penurunan, namun saham ini cenderung lebih cepat kembali normal dan stabil. Jika Anda sudah menentukan saham, maka bisa langsung melakukan pembelian.

d. Pantau Pasar

Setelah berhasil membeli saham, maka pantau kondisi pasar secara berkala. Tidak perlu setiap hari, terutama bagi Anda yang berinvestasi untuk jangka panjang. Pantau saja secukupnya untuk melihat seperti apa progress investasi. Dalam masa tersebut Anda bisa menambah jumlah investasi dengan membeli saham tambahan atau bahkan menjualnya.

2. Cara Investasi Saham Secara Online

Seiring dengan kemajuan teknologi, Anda kini bisa melakukan pembelian saham secara online dengan mekanisme yang jauh lebih mudah. Hanya bermodalkan lewat aplikasi saja, investasi bisa Anda lakukan dengan cepat. Inilah cara investasi saham untuk pemula secara online:

  1. Pilih perusahaan sekuritas yang memang terpercaya dan aman kemudian siapkan berbagai dokumen pendaftaran. Setiap perusahaan sekuritas umumnya akan memiliki websitenya tersendiri. Tugas Anda adalah mengunjungi website tersebut dan mulai melakukan pendaftaran
  2. Setelah pendaftaran selesai, Anda harus melakukan pembukaan Rekening Dana Investor (RDI) dan kemudian isi RDI itu dengan sejumlah dana sesuai kebutuhan Anda. Nantinya dana ini yang bisa Anda pakai untuk melakukan pembelian saham
  3. Unduh aplikasi saham yang perusahaan sekuritas Anda miliki di smartphone Anda. Masuk menggunakan password dan username yang sebelumnya Anda pakai untuk mendaftar di website
  4. Jika sudah, maka Anda bisa langsung melakukan pembelian saham. Nantinya lewat aplikasi ini Anda juga bisa melakukan penjualan dan trading saham dengan mudah.

Baca Juga: Update Terbaru Pasar Saham Hari Ini dan Rekomendasinya

Tips Berinvestasi untuk Pemula Agar Lancar, Untung, dan Aman

investasi saham untuk pemula
(sumber gambar: investorjunkie.com)

Agar bisa berinvestasi saham dengan lancar, inilah beberapa tips yang bisa Anda terapkan:

1. Buat Tujuan Investasi yang Jelas

Banyak orang yang hanya berinvestasi saja, tanpa tau apa tujuan investasi mereka. Meski ini terbilang sederhana, namun tanpa tujuan yang jelas Anda tidak akan bisa melakukan investasi dengan maksimal. Karena dengan tujuan itulah Anda jadi bisa membuat perhitungan dan strategi dengan lebih matang agar bisa mencapainya.

Beberapa tujuan yang bisa Anda buat seperti misalnya adalah membangun rumah, membeli kendaraan, dana pensiun, dana pendidikan anak, dan lain sebagainya. Anda bisa memulai dari tujuan yang paling Anda inginkan, kemudian gunakan itu untuk memotivasi Anda dalam berinvestasi.

2. Alokasi Dana Secara Konsisten

Kunci keberhasilan investasi untuk pemula selanjutnya adalah harus konsisten dalam mengalokasikan dana. Tidak perlu terlalu memaksa jika memang jumlah pendapatan tidak besar.  Sebab idealnya, Anda bisa mulai menyisihkan 10% sampai 30% dari total pendapatan bulanan yang Anda dapatkan.

Yang terpenting jangan sampai investasi Anda justru mengganggu kebutuhan sehari-hari, dana darurat, maupun cicilan hutang. Gunakanlah uang dingin yang memang tujuannya untuk investasi. Dengan cara seperti ini, Anda bisa meminimalisir kerugian dengan lebih maksimal. Intinya, lebih baik sedikit namun konsisten.

3. Pilih yang Legal, Aman, dan Menguntungkan

Prinsip yang satu ini berlaku ketika Anda memilih perusahaan sekuritas dan juga saham. Jangan sampai Anda memilih perusahaan sekuritas yang tidak legal dan tidak berada di bawah pengawasan OJK. Tujuannya, agar investasi yang Anda lakukan bukanlah penipuan dan justru bisa memberikan dampak buruk untuk kondisi finansial Anda.

Sementara itu, seperti yang sudah kami sedikit singgung pada bagian sebelumnya saham adalah hal penting yang akan menentukan keberhasilan investasi. Untuk itu, pilih saham yang memiliki kondisi fundamental perusahaan yang baik. Bagi pemula, pilih saham yang termasuk dalam blue chip. Pasalnya, saham yang ada dalam daftar tersebut sudah teruji memiliki nilai yang stabil dan cenderung meningkat.

4. Lakukan Diversifikasi Investasi

Jangan menaruh telur dalam satu keranjang, karena jika pecah maka semuanya bisa ikut pecah. Inilah prinsip yang bisa Anda terapkan dalam investasi. Ketika Anda memiliki modal yang cukup besar dan bisa membeli beberapa saham sekaligus, maka jangan membeli saham yang berasal dari satu sektor tertentu saja. Sebab nantinya apabila sektor tersebut sedang lesu, maka portofolio Anda bisa menjadi langsung merah.

Untuk itu, pilihlah saham yang berasal dari sektor yang berbeda agar ketika salah satunya lesu, Anda masih memiliki saham di sektor lain dengan kondisi yang stabil. Misalnya jika Anda sudah berinvestasi di saham sektor kesehatan, maka saham lainnya bisa Anda ambil dari sektor perbankan atau lainnya.

5. Mulai Sedini Mungkin dan Pastikan Kuasai Pengetahuan Saham

Semakin muda usia Anda saat investasi, maka akan semakin ringan prosesnya nanti. Ini disebabkan usia muda adalah usia produktif yang bisa memberi Anda banyak kesempatan untuk mendatkan pemasukan yang maksimal. Nah, dari pemasukan itulah yang nantinya bisa Anda alokasikan semaksimal mungkin untuk investasi.

Selain itu, jangan pernah lelah untuk selalu belajar semaksimal mungkin tentang saham. Investor yang sudah handalpun senantiasa menambah pengetahuan mereka karena saham adalah instrumen yang bisa naik dan turun, karena banyak faktor. Jika pengetahuan Anda tidak mencukupi untuk menghadapi tantangan dan risiko ketika investasi saham, maka investasi akan sangat sulit dan justru menimbulkan kerugian.

Nah, itulah informasi selengkapnya seputar cara dan tips investasi saham untuk pemula. Dari informasi ini, bisa Anda simpulkan bahwa investasi saham memang menguntungkan, namun harus tau cara yang tepat supaya investasi bisa berhasil dan memberi keuntungan dengan maksimal. Jadi pastikan Anda berinvestasi dengan baik dan benar ya!

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.