24 Istilah Dalam Saham yang Tidak Boleh Anda Lewatkan!

  • Bagikan
istilah dalam saham

Dalam dunia investasi saham, akan ada banyak istilah yang penting untuk investor pahami, terutama bagi pemula. Pasalnya, dengan menguasai berbagai istilah dalam saham, kegiatan investasi bisa Anda lakukan dengan lancar dan tanpa hambatan. Mempelajari berbagai istilah ini juga bukan merupakan sesuatu yang sulit. Anda bisa menyimak di artikel ini hingga selesai berbagai istilah tersebut.

24 Istilah Dalam Saham yang Sangat Penting 

Inilah beberapa istilah-istilah yang umum investor saham gunakan dalam berbagai transaksi. Let’s check these out! 

1. Perusahaan Sekuritas 

Istilah pertama yang harus Anda pahami adalah perusahaan sekuritas. Nama lain dari istilah ini adalah pialang saham dan broker saham. Pada dasarnya, sekuritas memiliki arti sebagai suatu pihak yang menjadi perantara antara investor dan pasar modal di dalam jual beli saham.

Jadi, saat Anda membeli saham, Anda tidak bisa langsung membelinya di pasar modal.  Proses pembelian ataupun penjualan saham harus melewati yang namanya perusahaan sekuritas, pialang saham, atau broker terlebih dahulu. Sebab, pihak inilah yang memang memiliki hak dan wewenang untuk melakukan transaksi saham.  Perusahaan sekuritas juga bisa memberikan rekomendasi produk saham untuk para investor.

Rekomendasi ini juga tidak secara asal sembarangan mereka berikan. Perusahaan sekuritas harus melakukan analisa teknikal ataupun fundamental yang benar-benar matang sebelum bisa memberikan rekomendasi untuk para investornya. Selain itu, meski sudah mendapatkan rekomendasi investor tetap memegang penuh segala hak dalam hal volume atau jumlah saham yang akan mereka beli atau jual.

2. Bursa Efek 

istilah dalam saham
(sumber gambar: marketnews.id)

Bursa efek adalah pihak yang menjadi penyelenggara kegiatan jual beli efek. Pihak ini pula yang akan menyediakan sistem atau sarana dan prasarana supaya pihak penjual dan pembeli bisa bertemu dalam proses perdagangan efek. Di Indonesia pihak penyelenggara ini adalah Bursa Efek Indonesia (BEI).

3. Efek 

Berkaitan dengan bursa efek, arti dari efek adalah sejumlah surat berharga yang bisa diperjual belikan pada pasar modal. Contoh dari efek ini adalah seperti saham, obligasi, tanda bukti utang, surat berharga komersial, kontrak berjangka atas efek dan setiap derivatif dari efek lainnya.

4. Emiten 

Istilah dalam saham selanjutnya adalah emiten. Emiten adalah sebutan bagi perusahaan atau pihak yang memberikan penawaran berupa efek kepada para investor melalui penawaran terbuka untuk publik atau Penawaran Umum.

5. IHSG 

IHSG merupakan akronim dari Indeks Harga Saham Gabungan. Artinya adalah indikator dari seluruh pergerakan harga saham yang terdapat pada Bursa Efek Indonesia (BEI).

6. IPO 

IPO adalah singkatan dari Initial Public Offering. Arti dari IPO adalah penawaran pertama yang berasal dari perusahaan yang baru saja terdaftar pada bursa efek.

7. Delisting dan Listing 

istilah dalam saham
(sumber gambar: beritasatu.com)

Delisting merupakan istilah yang berarti proses menghapus nama sebuah perusahaan yang sebelumnya tercatat pada papan bursa. Ketika sudah terjadi delisting, maka saham yang sebelumnya mereka jual secara otomatis menjadi tidak terjual lagi di bursa efek. Sementara listing adalah kebalikannya, yaitu mencatat nama perusahaan pada papan bursa.

8. Saham Middle Cap 

Saham middle cap adalah sebutan bagi berbagai produk saham lapis kedua. Produk saham yang tergolong dalam middle cap memiliki nilai kapitalis pasar sekitar 500 miliar rupiah sampai dengan 10 triliun. Umumnya, saham yang termasuk dalam daftar middle cap adalah saham yang berasal dari perusahaan yang masih dalam taraf berkembang. Harga dari saham ini juga tergolong stabil.

Baca Juga: Panduan Belajar Saham untuk Pemula dari A-Z Lengkap! 

9. Saham Blue Chip 

Istilah blue chip tentu sudah sering muncul dalam setiap proses investasi saham. Sebutan blue chip merujuk pada berbagai produk sahama lapis pertama yang memiliki kinerja sangat baik di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berbagai produk saham ini memiliki harga yang cenderung tinggi, fundamental perusahaan yang cenderung kuat, serta memiliki volatilitas yang cenderung rendah.

Nilai kapitalis dari berbagai produk saham yang terdaftar dalam blue chip ini juga mencapai angka lebih dari 10 triliun rupiah. Berbagai produk dari blue chip inilah yang nantinya akan berperan untuk menjadi penggerak dari IHSG. Para pemula yang baru terjun ke dunia investasi saham, bisa memilih saham yang ada pada blue chip supaya resikonya rendah dan memberikan keuntungan.

10.  Saham Small Cap 

Berbanding terbalik dari saham blue chip dan middle cap, sebutan small cap merujuk pada produk saham lapis tiga yang memiliki nilai kapitalis dibawah angka 500 miliar. Saham ini juga sering mendapatkan julukan sebagai saham gorengan karena memiliki nilai volatilitas yang tinggi. Dengan volatilitas yang tinggi itulah jenis saham ini cenderung mudah untuk menjadi incaran para spekulan yang ingin bermain harga. Bagi para investor pemula juga sebaiknya menghindari saham ini.

11. Bullish dan Bearish 

Istilah dalam saham selanjutnya dalah bullish dan bearish. Bullish memiliki arti sebagai kecenderungan harga saham yang naik dalam beberapa periode tertentu. Sebaliknya, bearish merupakan kecenderungan dimana harga saham justru turun dalam beberapa periode tertentu.

12. Capital Gain dan Capital Loss 

Kedua istilah ini berkaitan erat dengan keuntungan dan kerugian yang akan Anda dapatkan ketika bermain investasi saham. Pada prinsipnya, kedua istilah ini menggambarkan selisih harga jual dan harga beli saham. Ketika harga jual dan harga beli memiliki selisih yang positif atau untung, maka sebutannya adalah capital gain. Sebaliknya, apabila selisih harga cenderung menurun maka sebutannya adalah capital loss.

13. Cut Loss 

Istilah cut loss berkaitan dengan pengambilan keputusan investor ketika berinvestasi. Cut loss merupakan upaya yang investor ambil untuk membatasi dan menghentikan kerugian mereka dengan cara menjual saham saat harga saham terus menurun.

14. Profit Taking 

Istilah dalam saham selanjutnya adalah profit taking. Istilah ini merujuk pada proses pengambilan keuntungan oleh investor. Caranya bisa dengan menjual seluruh saham yang ia miliki atau hanya sebagian saham saja ketika harga saham sedang tinggi daripada harga beli saham.

15. Stop Loss 

Istilah stop loss memiliki arti sebagai teknik untuk memasang order atau membeli saham yang terbaca secara otomatis pada sistem tertentu. Saat harga  saham berada pada kisaran harga yang sudah Anda tetapkan, maka secara otomatis proses order saham akan terjadi.

16. Suspend 

Suspend merujuk pada proses menghentikan seluruh perdagangan saham oleh JATS (Jakarta Automated Trading System) pada kurun waktu tertentu.

17. Auto Reject 

Istilah ini menggambarkan proses penolakan yang terjadi secara umum oleh Jakarta Automated Trading System (JATS) pada permintaan beli atau penawaran efek karena sudah melampaui batasan harga yang bursa tetapkan.

18. Kustodian 

Istilah kustodian merujuk pada pihak yang menjadi tempat penyimpanan dana, bunga, deviden, dan lain sebagainya dalam proses jual beli saham.

19. Deviden 

Deviden merupakan sebutan bagi laba atau keuntungan perusahaan yang nantinya akan investor dapatkan secara rutin. Hasil deviden ini sebelumnya sudah terbagi dalam proses penetapan oleh para direksi perusahaan dan disahkan dalam Rapat Pemegang Saham. Untuk pembayarannya sendiri, akan berdasarkan ketentuan yang berlaku sesuai jenis saham yang ada.

20. Annual Report 

Annual Report merupakan laporan tahunan yang secara resmi berasal dari emiten saham dalam jangka waktu satu tahun. Laporan ini berisi bagaimana keadaan keuangan emiten yang nantinya akan mereka sampaikan kepada para pemegang saham. Di dalam annual report ini akan berisi laporan laba atau rugi, neraca arus kas, dan neraca perusahaan.

21. Likuidasi 

Istilah dalam saham selanjutnya adalah likuidasi. Istilah ini merujuk pada tindakan dari sebuah perusahaan untuk menjual seluruh aset yang mereka miliki. Tujuannya agar mereka bisa memperoleh uang.

22. Opsi 

Istilah ini memiliki arti sebagai hak yang investor miliki untuk menjual ataupun membeli saham pada waktu tertentu. Istilah ini juga bisa Anda jumpai dalam dunia real estate. 

23. Halting 

Halting merupakan istilah yang memiliki arti sebagai proses memberhentikan perdagangan sementara seluruh aktivitas perdagangan saham. Pemberhentian sementara ini umumnya bisa karena kenaikan atau penurunan harga yang terjadi secara signifikan namun tanpa informasi yang relevan atau jelas.

24. Yield 

Istilah dalam saham yang terakhir adalah yield. Arti istilah ini adalah suatu presentase dari pendapatan kotor yang terbagi dengan harga saham. Semakin tinggi yield dari suatu perusahaan, maka perusahaan tersebut akan semakin bahaya kondisinya.

Itulah daftar istilah dalam saham yang harus Anda ketahui. Sebagai investor, pemahaman akan berbagai istilah ini akan menjadi sangat penting. Jadi, pastikan Anda sudah menguasainya supaya investasi berjalan lancar ya!

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.