Memahami apa Itu Litecoin: Pengertian, Cara Investasi, dan Legalitasnya

  • Bagikan
memahami apa itu litecoin

Perkembangan dunia mata uang kripto atau cryptocurrency memang sangat pesat. Ada banyak sekali jenis koin yang bisa Anda pilih untuk kebutuhan trading maupun investasi. Tidak hanya Bitcoin, masih ada banyak koin yang memiliki potensi bagus, salah satunya adalah Litecoin. Sayangnya, masih banyak orang yang belum memahami apa itu Litecoin.

Bagi sebagian orang, mungkin istilah Litecoin masih awam bagi mereka. Karena memang tidak bisa Anda pungkiri, mata uang kripto yang paling populer adalah Bitcoin. Padahal Litecoin juga memiliki potensi dan kelebihannya sendiri. Inilah berbagai informasi yang harus Anda ketahui mengenai Litecoin.

Memahami Apa Itu Litecoin

memahami apa itu litecoin
(sumber gambar: voi.id)

Memahami apa itu Litecoin sebenarnya cukup mudah. Karena pada dasarnya, koin ini adalah salah satu jenis mata uang kripto yang sudah Anda kenal. Litecoin sebenarnya merupakan sebuah modifikasi dari kode Bitcoin. Mata uang ini adalah bentuk spin off dari Citcoin yang muncul pada Oktober 2011.

Penemu dari Litecoin atau LTC adalah seoran mantan pegawai Google yang bernama Charlie Lee. Secara resmi, Litecoin muncul secara live bagi publik pada 13 Oktober 2011. Jika Anda samakan dengan logam mulia, Bitcoin adalah emas, sedangkan Litecoin adalah peraknya. Sebab, memang basis Litecoin adalah Bitcoin namun sudah berkembang menjadi chain atau rantai yang terpisah.

Secara meyakinkan Litecoin juga akhirnya memiliki popularitasnya tersendiri dan sudah semakin terkenal luas. Pada tahun 2013 nilai agregrat pertumbuhan dari Litecoin bahkan mencapai presentase 100% hanya dalam 24 jam. Tentunya hal ini merupakan angka yang luar biasa mengingat koin ini terhitung baru.

Misi dari Penciptaan Litecoin

Selain memahami apa itu Litecoin dari segi pengertian, maka Anda harus tahu juga bahwa ada misi dibalik terciptanya Litecoin. Charlie Lee menciptakan Litecoin dengan membawa misi yang spesifik. Contoh misi itu adalah untuk menjadikan Litecoin sebagai mata uang peer to peer yang bisa menyelesaikan bentuk pembayaran instan dengan biaya hampir 0 dan bisa berlaku di seluruh dunia.

Selain itu, Litecoin juga memiliki misi untuk mendukung tujuan Bitcoin. Dimana tujuan tersebut adalah untuk mengatasi kebutuhan dalam hal pembayaran global yang semakin canggih setiap harinya. Untuk mencapai misi tersebut, Litecoin hadir dengan keunggulan yang berbeda dengan jenis koin lainnya.

Modifikasi Litecoin terus berjalan dan berkembang sampai akhirnya Litecoin berhasil memproses waktu transaksi dengan cepat daripada Bitcoin. Dalam sekali transaksi, umumnya Bitcoin akan memakan waktu sampai 10 menit. Sedangkan Litecoin berhasil menyelesaikan transaksi tersebut hanya dalam waktu 2,5 menit saja.

Tentu hal ini membuat Litecoin menjadi lebih efisien dari segi waktu. Tidak hanya itu, Litecoin juga cenderung lebih murah dari segi biaya. Biaya yang kecil ini bisa menjadi solusi bagi para penambang atau miner kripto yang memiliki skala penambangan yang kecil. LTC jelas bisa menjadi pilihan yang potensial karena harganya yang lebih murah.

Baca Juga: 4 Pilihan Cara Memulai Bisnis Bitcoin dan Potensinya di Indonesia

Litecoin (LTC) vs Bitcoin (BTC)

Setelah memahami apa itu Litecoin, sangat wajar jika kemudian Anda mencoba membandingkan LTC dengan Bitcoin. Namun, perlu Anda ingat bahwa kedua mata uang ini adalah berbeda. Baik Litecoin maupun Bitcoin akan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Inilah beberapa perbedaan yang sangat mendasar dari Bitcoin dan Litecoin:

1. Waktu Transaksi

Perbedaan pertama dari Bitcoin dan Litecoin adalah dari segi waktu transaksinya. Seperti yang sudah sedikit kami singgung sebelumnya, Litecoin cenderung memakan waktu transaksi yang lebih cepat daripada Bitcoin. Litecoin bisa menyelesaikan transaksi dalam 2,5 menit sementara Bitcoin memakan waktu 10 menit.

Artinya, proses konfirmasi transaksi dalam jaringan Litecoin berjalan empat kali lebih cepat daripada Bitcoin. Waktu transaksi yang cepat ini juga yang membuat banyak penambang tertarik dengan Litecoin. Karena memang proses pertambangan bisa jadi lebih cepat daripada ketika menambang Bitcoin.

2. Imbalan Block dan Batasan Koin

Perbedaan kedua dari Bitcoin dan Litecoin adalah jumlah batasan persediaan koin. Untuk jumlah batas Bitcoin adalah sebanyak 21 juta, sementara untuk Litecoin sebanyak 84 juta. Sementara untuk imbalan block, baik Bitcoin maupun Litecoin memiliki prinsip yang sama. Litecoin dan Bitcoin tercipta sebagai imbalan bagi para miner atau penambang yang berhasil menyelesaikan proses transaksi dan verifikasi.

3. Algoritma Proof of Work 

Perkembangan selanjutnya dari BTC dan LTC adalah algoritma yang mereka gunakan dalam proses penambangan. Meski sama-sama menggunakan proof of work, akan tetapi jenis algoritma dari kedua koin ini sangat berbeda. Litecoin memakai algoritma baru yaitu Scrypt. Sementara itu, Bitcoin menggunakan algoritma SHA-256 tradisional.

Dari perbedaan ini, algoritma yang Litecoin gunakan cenderung membutuhkan daya komputasi yang lebih sedikit. Hal ini yang membuat para penambang atau miner bisa melakukan proses pertambangan dengan tingkat kesulitan yang jauh lebih rendah daripada Bitcoin. Ini juga yang menjadi daya tarik lainnya dari Litecoin bagi para penambang.

4. Nilai Kapitalisasi Pasar

Perbedaan terakhir dari Litecoin dan Bitcoin adalah soal nilai kapitalisasi pasar. Secara nilai, jelas kapitalisasi Bitcoin jauh lebih besar daripada Litecoin. Pada tahun 2020 saja, nilai Bitcoin yang ada di pasar adalah sebesar 128 milliar USD. Sementara untuk Litecoin hanya sebesar 3 milliar atau 45 kali lebih kecil daripada Bitcoin.

Cara Melakukan Investasi Litecoin

memahami apa itu litecoin
(sumber gambar: litecoin.com)

Jika Anda sudah memahami apa itu Litecoin, mungkin Anda akan tertarik untuk berinvestasi di koin ini. Sebagai mata uang hasil modifikasi dari Bitcoin, sebenarnya cara untuk investasi di Litecoin tidak jauh berbeda dengan Bitcoin. Perlu selalu Anda ingat bahwa Litecoin adalah jenis mata uang yang berbentuk virtual. Maka dari itu, untuk memiliki Litecoin, Anda harus menukarkan mata uang lain menjadi LTC.

Misalnya Anda menggunakan mata uang Rupiah. Maka dari Rupiah, tukarkan dahulu ke dolar AS. Jika sudah, baru Anda bisa menukarkannya ke Litecoin. Per tanggal 18 November 2021, harga LTC per kepingnya adalah 219,22 USD atau sekitar Rp.3.118.853. Jadi untuk mendapatkan 1 koin LTC Anda harus mengeluarkan kurang lebih 3,1 juta rupiah.

Untuk melakukan transaksi investasi LTC, Anda bisa memanfaatkan kehadiran berbagai marketplace atau exchanger mata uang kripto di Indonesia. Contohnya adalah Indodax, Tokocrypto, Capital, dan lainsebagainya. Pilihlah exchanger yang terpercaya, memiliki rekam jejak bagus, dan terdaftar di Bappebti.

Setelah memilih exchanger, maka langkah selanjutnya adalah mengunduh aplikasi tersebut di Google PlayStore maupun iOS untuk pengguna iPhone. Jika sudah, lanjutkan dengan melakukan sign up atau pendaftaran dengan mengisi berbagai data diri. Pada tahap ini, Anda harus mengisi data seperti email, username, dan password. Nantinya Anda juga harus melengkapi berbagai profil yang masih belum terisi.

Setelah akun siap, maka Anda sudah bisa memulai transaksi pembelian maupun penjualan Litecoin. Sebelumnya, masukkan deposit uang dulu yang berfungsi sebagai modal untuk membeli Litecoin. Setelah deposit tersedia, barulah Anda bisa membali Litecoin.

Karena untuk investasi, maka Anda bisa menyimpan Litecoin selama beberapa waktu dan terus menambah jumlahnya. Ketika harga Litecoin sedang naik, maka Anda bisa menjual Litecoin yang Anda miliki. Selisih harga beli dan harga ketika jual itulah yang akan menjadi keuntungan Anda.

Legalitas Litecoin di Indonesia

Di Indonesia, penggunaan mata uang kripto memang tidak boleh sebagai alat pembayaran. Namun, Litecoin maupun jenis mata uang lainnya tetap bisa Anda jual belikan. Regulasi tentang Litecoin dan mata uang kripto lainnya tercantum dalam izin dari Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau Bappebti di Bursa Berjangka.

Jadi, Bappebti mengakui kehadiran mata uang kripto untuk jual beli namun bukan untuk alat pembayaran. Peraturan ini sudah berlaku sejak 17 Desember 2020. Selain Litecoin, ada 228 jenis mata uang lain yang masuk dalam peraturan tersebut. Beberapa jenis koin tersebut adalah:

  • Bitcoin
  • Ethereum
  • Tether
  • Bitcoin cash
  • Polkadot
  • Ripple
  • Litecoin
  • Eos
  • Lightcoin
  • USD coin
  • Binance Coin
  • Chainlink
  • dan lain sebagainya.

Nah, itulah berbagai informasi yang bisa Anda baca untuk memahami apa itu Litecoin. Pada dasarnya, Litecoin adalah salah satu jenis mata uang yang juga memiliki potensi sangat baik di masa depan. Meksi nilai kapitalisasi pasarnya masih jauh berada dibawah Bitcoin, namun bukan berarti Litecoin tidak bisa berkembang lagi di masa depan. Apalagi sudah ada berbagai keunggulan dari LTC yang sangat baik. Jadi, apakah Anda tertarik untuk memiliki Litecoin?

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.