Mengenal Apa Itu Ethereum dan Keunggulannya

  • Bagikan
mengenal apa itu ethereum

Salah satu mata uang kripto yang memiliki popularitas yang besar adalah ethereum. Meski sangat populer, sayangnya masih banyak orang yang belum mengenal apa itu ethereum. Padahal, popularitas dari ethereum terbilang sangat tinggi bahkan menempati posisi kedua setelah bitcoin. Nah, jika Anda juga masih awam dengan mata uang kripto yang satu ini, simak informasi lengkapnya berikut ini yuk!

Mengenal Apa Itu Ethereum

mengenal apa itu ethereum
(sumber gambar: garuda.industry.co.id)

Langkah pertama dalam mengenal apa itu ethereum adalah dengan memahami definisinya. Pada dasarnya, ethereum adalah sebuah sistem operasi blockchain terkemuka yang ada di dunia. Nantinya ethereum ini bisa Anda program sesuai dengan keinginan Anda. Mata uang dari ethereum adalah ether atau ETH. Sama seperti bitcoin, ETH ini juga mempunya banyak sekali fitur dan bisa Anda gunakan dengan mudah.

Akan tetapi, berbeda dengan kebanyakan blockchain lainnya, ethereum bisa melakukan berbagai hal yang menjadi keunggulannya. Pemograman dalam ethereum bisa Anda pakai untuk membuat banyak aplikasi jenis baru. Ethereum juga berbentuk murni digital dan bisa Anda kirim dengan mudah dan cepat.

Selain itu, adanya ethereum juga tidak terkontrol oleh satu pihak tertentu. Baik itu perusahaan maupun pemerintahan tertentu. Sebaliknya, suplai dari ETH ini terdesentralisasi dan memiliki jumlah yang terbatas. Nantinya, Anda bisa menggunakan ETH untuk agunan, penyimpanan nilai, serta untuk melakukan pembayaran.

Dalam perkembangannya sampai saat ini, sudah banyak sekali developer yang ada di seluruh dunia yang membuat aplikasii di Ethereum. Para developer tersebut juga banyak menciptakan aplikasi baru yang bisa Anda gunakan dengan mudah. Contohnya seperti wallet, decentralized market, games, aplikasi finansial, dan lain sebagainya. Dengan reputasi yang baik dan banyaknya pengguna, tidak heran jika komunitas Ethereum menjadi komunitas blockchain terbesar di seluruh dunia.

Sejarah Ethereum

Mengenal apa itu Ethereum juga belum lengkap jika Anda tidak mengetahui sejarah koin ini. Sebelum menjadi salah satu koin yang berharga seperti saat ini, Ethereum juga memiliki perjalanan yang cukup panjang. Pencipta dari Ethereum adalah Vitalik Buterin yang merupakan programmer yang berasal darii Rusia-Kanada.

Vitalik Buterin ini memperkenalkan Ethereum pada tahun 2013 dengan membawa sebuah dokumen yang berjudul “Ethereum: The Ultimate Smart Contact Decentralized Application Platform”.  Di dalam dokumen yang ia bawa, Buterin menjelaskan bagaimana idenya dalam menciptakan suatu blockhcain yang turing complete. 

Artinya, platform komputer ini akan terdesentralisasi dan bisa menjalankan berbagai macam aplikasi. Kemudian baru pada tahun 2015 lah secara resmi Ethereum diluncurkan untuk publik. Tujuan utama adanya Ethereum adalah untuk membuat suatu lingkungan yang demokratis dan terdesentralisasi. Dengan sistem mata uang yang seperti itu, maka tidak akan satu pihak yang menjadi pengendali atas semuanya.

Sampai saat ini, Ethereum terus mengalami perkembangan yang sangat baik. Bahkan, menempati posisi kedua setelah Bitcoin dalam hal nilai pasar atau market value. Besarnya nilai dari Ethereum bisa terlihat dari pergerakan harga ETH yang sangat baik dalam beberapa tahun terakhir.

Buktinya, pada saat pertama kali keluar harga satu koin ETH adalah sekitar Rp. 41.035 atau 2,83 dollar. Akan tetapi, per November 2021, harga ETH mencapai nilai Rp. 65.069.858. Sangat besar bukan peningkatannya?

Baca Juga: 4 Pilihan Cara Memulai Bisnis Bitcoin dan Potensinya di Indonesia

Cara Beli Ethereum

Dengan nilai yang senantiasa meningkat, tidak heran jika semakin banyak pula orang yang tertarik untuk memiliki ETH. Cara beli ethereum juga terbilang mudah dan tidak sulit. Untuk membeli koin ini, Anda bisa melakukannya lewat berbagai exchange atau bursa kripto terpercaya. Secara garis besar, cara untuk membeli ETH adalah:

  1. Membuat akun pribadi di exchanger yang Anda inginkan
  2. Lanjut pada bagian verifikasi identitas pribadi
  3. Setelah akun selesai, maka lanjutkan dengan menyetorkan uang fiat, bisa dalam nilai rupiah maupun dollar
  4. Setelah memiliki modal, Anda bisa melanjutkan dengan melakukan trading di exchanger yang sudah Anda pilih
  5. Melakukan penarikan ETH ke dompet ETH

2 Keunggulan Ethereum Daripada Bitcoin

mengenal apa itu ethereum
(sumber gambar: pikiran-rakyat.com)

Dalam mengenal apa itu Ethereum, Anda juga harus memahami bahwa sebenarnya ada beberapa keunggulan dari ETH yang membuatnya lebih unggul daripada bitcoin. Meski sama-sama berdiri dalam teknologi blockchain, namun ETH tetap memiliki keunggulannya tersendiri.

Dengan adanya berbagai keunggulan ini, banyak pihak yang berpendapat bahwa ETH bisa mengimbangi pesatnya perkembangan bitcoin di masa depan. Terutama ketika banyak orang yang memang sudah bosan dan jenuh dengan bitcoin. Inilah 2 (dua) keunggulan utama dari ETH:

1. Adanya Smart Contracts

Dalam implementasinya, ETH memang memiliki fitur yang mirip dengan bitcoin dalam hal menciptakan mata uang berbentuk “token”. Token inilah yang nantinya bisa pengguna pakai untuk melakukan transaksi dengan batasan tertentu. Hanya saja, kelebihan dari ETH adalah fitur tambahan yang bernama smart contracts yang bisa berjalan otomatis.

Adanya fitur smart contracts membuat beberapa pihak yang terlibat dalam transaksi ETH bisa membuat kesepakatan terte mengikesepakatan ini akan digunakan kode blockchain. Apabila pihak yang terlibat sudah membuat kontrak, maka kesepakatan tersebut sudah tidak bisa diubah lagi. Pilihannya hanya 2, yaitu pihak terkait membiarkannya atau menjalankan transaksi sesuai dengan kesepakatan yang sudah ada.

Adanya fitur smart contracts ini juga tidak hanya berguna untuk transaksi yang melibatkan mata uang kripto saja. Akan tetapi, juga bisa untuk sektor lain seperti contohnya perusahaan yang bergerak dalam bidang manajemen rantai pasok. Adanya smart contracts jelas membuat segala transaksi yang berjalan menjadi lebih aman dan nyaman bagi berbagai pihak terkait.

2. Evolusi Ethereum 2.0

Keunggulan darii ETH selanjutnya adalah adanya evolusi Ethereum 2.0. Dengan adanya evolusi ini membuat ETH menjadi semakin efisien sekaligus bisa membuat kapasitas transaksi menjadi lebih besar. Bahkan bisa mencapai lebih dari ribuan transaksi setiap detiknya.

Selain itu, pada evolusi Ethereum 2.0 ini, juga akan digunakan teknologi terbaru yaitu DeFi. DeFi atau Decentralized Finance adalah sebuah sistem keuangan yang terbuka dimana para developer bisa turut memasukkan logika keuangan ke dalam jaringan blockchain. Adanya DeFi ini bertujuan untuk memecahkan problem di industri keuangan yang sangat terpusat dan tertutup.

3. Pendekatan Baru yang Membuat Biaya Akses Lebih Murah

Tidak hanya bertujuan untuk memperbesar kapasitas transaksinya, adanya evolusi Ethereum 2.0 juga membuka pintu untuk transaksi yang lebih murah dan cepat. Pasalnya, dengan evolusi 2.0, algoritma di dalam uang digital akan berubah. Dari yang awalnya proof of work (menambang) akan berubah menjadi proof of stake (menjaminkan). Apa maksudnya?

Pada model lama, ketika Anda menjadi seorang penambang Ethereum maka Anda harus melakukan verifikasi dan memeriksa agar tidak ada transaksi ganda. Jika Anda berhasil dalam proses ini, maka Anda sebagai penambang akan mendapatkan hadiah berupa uang kripto. Meski terlihat mudah, namun untuk menjadi seorang penambang Anda harus membutuhkan biaya yang sangat besar.

Biaya ini harus Anda gunakan untuk memiliki sistem komputer yang kuat dan bisa memecahkan permasalahan matematika. Umumnya komputer untuk menambang bisa menghabiskan biaya lebih dari 150 juta. Selain itu, daya komputasinya juga sangat besar karena harus bekerja selama 24 jam penuh. Tidak heran jika kegiatan ini membutuhkan listrik yang besar.

Ketika sudah berubah menjadi proof of stake, maka Anda hanya membutuhkan koneksi internet yang kuat dan cepat serta sebuah smartphone saja. Nantinya smartphone dan koneksi ini akan Anda gunakan untuk menjaminkan mata uang yang Anda miliki dalam proses memeriksa sebuah transaksi.

Jika berhasil memeriksa transaksi tersebut, maka Anda akan mendapatkan imbalan. Sebaliknya, maka aset kripto yang Anda jaminkan akan hilang. Tentu proses proof of stake ini akan jauh lebih murah dan terjangkau karena tidak membutuhkan komputer canggih dan daya komputasi yang besar. Proses evolusi Ethereum 2.0 ini mulai berjalan pada Desember tahun 2020 lalu. Sampai saat ini, proses evolusi masih berjalan dan sedang mengalami perbaikan terus menerus agar bisa segera digunakan.

Nah, itulah informasi yang bisa membantu Anda dalam mengenal apa itu ethereum sekaligus keunggulannya. Dari informasi ini, bisa Anda tahu bahwa meski memiliki dasar yang sama dengan bitcoin, namun ETH memang punya keunggulannya tersendiri daripada Bitcoin. Apalagi pergerakan harga ETH juga terbilang sangat positif sampai saat ini. Tentu hal ini bisa menjadikan ETH sebagai salah satu pilihan mata uang kripto yang menarik untuk Anda pilih.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.