Ciri-ciri dan Panduan Memilih Saham Blue Chip untuk Pemula

  • Bagikan
saham blue chip

Sebagai seorang investor, tentu sudah menjadi kewajaran jika akan mencari produk saham terbaik. Tujuannya tentu untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal, dengan resiko yang minim. Bagi investor pemula, tentu saham blue chip adalah pilihan yang tepat. Lalu sebenarnya bagaimana ciri-ciri dan cara memilih saham kategori blue chip itu? Yuk, simak informasinya berikut ini!

Mengenal Saham Blue Chip

saham blue chip
(sumber gambar: 99.co)

Saham blue chip juga akan populer dengan sebutan saham lapis satu atau big cap. Sebutan tersebut sangat cocok menggambarkan bagaimana tingginya kasta saham ini di pasar modal. Pada Bursa Efek Indonesia (BEI), saham lapis satu merupakan kumpulan saham yang berasal dari perusahaan dan pergerakannya bisa mempengaruhi IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan).

Jadi, ketika masuk dalam kategori saham big cap, maka perusahaan emitennya memiliki nilai dasar atau fundamental yang sangat kuat. Tidak hanya dari segi finansial atau keuangan saja, melainkan juga dari segi manajemen. Jumlah kapitalisasi pasar saham ini juga sangat besar yaitu lebih dari 40 triliun rupiah.

Nilai kapitalisasi yang besar ini bisa membuktikan bahwa saham-saham tersebut tidak berasal dari perusahaan yang abal-abal. Seringkali perusahaan emiten yang berhasil masuk ke dalam kategori saham ini merupakan perusahan multinasional dengan skala yang besar. Lalu, sebenarnya darimana sih istilah blue chip itu berasal?

Blue chip merupakan istilah yang awalnya digunakan pada permainan poker. Dalam permainan tersebut, chip biru akan memiliki nilai yang lebih besar daripada warna lain. Dari situlah Oliver Gingold yang merupakan seorang karyawan di Dow Jones, menggunakan istilah blue chip. Di tahun 1923, ia menggunakan istilah ini untuk merujuk saham-saham yang memiliki nilai tinggi dan nilainya cenderung kokoh.

Baca Juga: Hukum Saham dalam Islam Lengkap dengan Tips Transaksinya

Ciri-ciri Saham Lapis Satu

Seperti yang sudah kami singgung pada bagian sebelumnya, saham big cap pasti memiliki nilai kapitalisasi pasar yang besar. Ini membuat saham tersebut sulit untuk mengalami manipulasi harga. Selain itu, masih ada beberapa ciri lain yang bisa mengkategorikan suatu saham big cap. Inilah beberapa ciri tersebut:

1. Kinerja Perusahaan Solid, Kuat, dan Bagus

Sebuah saham yang berhasil masuk dalam kategori lapis satu, berarti sudah memiliki perusahaan yang kokoh. Dalam artian, kinerjanya sangat baik dari berbagai aspek. Tidak hanya dari segi keuangan saja, namun aspek lain seperti manajemen dan reputasinya juga terkenal baik.

Perusahaan emiten tersebut juga selalu berhasil meraih laba yang konsisten. Meskipun terjadi penurunan, namun bisa segera memperbaikinya dalam waktu yang relatif singkat. Seperti contohnya saham Bank BCA yang termasuk dalam kategori blue chip, perusahaan bank BCA juga terkenal memiliki kinerja yang solid dan reputasi sangat baik bagi masyarakat. Inilah yang membuatnya bertahan lama dalam posisi saham big cap. 

2. Memiliki Pembagian Dividen yang Konsisten

Ciri selanjutnya dari saham blue chip adalah pembagian dividen untuk investornya yang konsisten. Dividen merupakan laba atau keuntungan yang investor dapatkan dari perusahaan emiten, berdasarkan jumlah saham yang mereka miliki. Perusahaan akan secara konsisten memperoleh keuntungan dari kinerja mereka.

Nah, suatu perusahaan dari saham lapis satu pasti akan melakukan pembagian dividen yang rutin bagi investornya. Pasalnya, pembagian dividen ini bisa menjadi bentuk apresiasi terhadap investor yang senantiasa memberikan dukungan pada jalannya perusahaan.

3. Sudah Melantai di Bursa Saham Sejak Lama

Ciri selanjutnya yang bisa menjadi ciri dari saham lapis satu adalah kurun waktu melantainya yang sudah lama. Jika suatu saham sudah masuk pada pasar modal dan berhasil memiliki laba konsisten, maka besar kemungkinannya bahwa ia merupakan salah satu kategori dari saham big cap. 

Dengan kurun waktunya yang panjang, tidak heran jika saham ini cocok sekali untuk investor yang memang berniat investasi jangka panjang. Ketika kondisi pasar saham sedang tidak stabil, saham ini juga berhasil berdiri kokoh dan mempertahankan harga sahamnya.

4. Fluktuasi, Likuiditas, dan Hutang

Selain ketiga ciri tersebut, ada kriteria lain yang bisa Anda perhatikan. Beberapa kriteria lain tersebut adalah:

  • Memiliki tingkat fluktuasi (naik turun saham) yang rendah dan tidak terlalu drastis
  • Perusahaan memiliki nilai hutang yang sedikit bahkan mendekati nihil
  • Likuditas saham sangat tinggi. Anda bisa dengan mudah menjualnya, maupun bisa dengan mudah membelinya

Cara Memilih Saham Blue Chip untuk Pemula

saham blue chip
(sumber gambar: pinterpandai.com)

Bagi para investor pemula, inilah beberapa panduan memilih saham lapis satu terbaik yang bisa menjadi referensi:

1. Perhatikan Kriteria Saham Big Cap dengan Baik

Ketika ingin membeli saham, tentu harus pahami dahulu seperti apa kriteria saham terbaik. Nah, beberapa kriteria saham blue chip yang sudah kami jelaskan, bisa menjadi referensi bagi Anda. Memang seringkali sudah ada daftar saham lapis satu yang bisa langsung Anda jadikan patokan, namun memahami kriterianya akan lebih baik dan mempertajam pengetahuan investasi Anda.

Selain itu, dengan memahami kriteria ini, Anda bisa melihat dan memperkirakan sendiri, kira-kira saham mana yang masuk ke dalam kategori lapis satu dan menarik untuk Anda beli. Karena baru memasuki tahun 2022, maka untuk sementara waktu Anda bisa berpatokan pada daftar saham lapis satu terbaik di tahun 2021. Berikut adalah beberapa saham yang bisa menjadi referensi:

  • Adaro Energy Tbk (ADRO)
  • AKR Corporindo Tbk (AKRA)
  • Bank Central Asia (BBCA)
  • Indofood (INDF)
  • Unilever Indonesia (ULVR)
  • Vale Indonesia (INCO)
  • Timah (Persero) (TINS)
  • dan lain sebagainya.

2. Memilih Perusahaan Emiten yang Punya Faktor Penentu

Setelah memahami kriteria saham lapis satu, maka selanjutnya Anda perlu mempelajari dengan baik perusahaan yang akan Anda investasikan. Mempelajari ini tidak hanya bagaimana cara perusahaan tersebut dalam meraih keuntungan. Akan tetapi, perluas juga pemahaman Anda tentang strategi mereka untuk memasarkan produknya dan cara mereka beradaptasi pada perubahan pasar sejak duu hingga kini.

Perusahaan emiten yang baik cenderung akan memiliki kemampuan adaptasi yang baik. Dalam artian, dengan kondisi pasar yang senantiasa berkembang mereka bisa mengikutinya dengan baik. Ini membuat mereka tidak akan kalah pada persaingan yang semakin ketat setiap waktunya. Tentu peluangnya untuk meraih keuntungan akan senantiasa besar pula.

Selain itu, Anda juga harus melihat bagaimana cara perusahaan mengelola laba atau keuntungan yang mereka peroleh untuk mengembangkan bisnis. Apakah efektif atau tidak, dan sejauh mana perkembangan usaha bisa terjadi. Pasalnya, jika perusahaan tersebut tidak bisa mengelola keuangannya, maka perkembangan bisnis tentu akan terhambat.

Untuk melihat hal ini, Anda bisa memeriksa laporan keuangan perusahaan. Setiap emiten pasti akan menyediakan laporan keuangan perusahaan dengan transparan dan lengkap. Dari laporan tersebut bisa Anda lihat seperti apa rincian pengelolaan keuangan mereka. Jadi, pastikan memilih perusahaan dengan pengelolaan dana yang terbaik ya!

3. Lakukan Diversifikasi Saham

Meski terjamin akan kekuatan fundamental yang baik, namun bukan berarti investasi di saham blue chip langsung terbebas dari resiko. Tetap ada resiko yang bisa membayangi Anda namun tentu dengan presentasi yang kecil. Untuk itu, Anda harus tetap mengambil langkah investasi yang tepat supaya tidak rugi, salah satunya adalah melalui diversifikasi saham.

Maksud diversifikasi saham adalah langkah untuk membagi investasi saham Anda ke beberapa sektor yang berbeda. Misalnya sebagian modal investasikan ke sektor saham perbankan, namun sebagian yang lain ke sektor kesehatan. Mengapa langkah diversifikasi ini perlu untuk Anda lakukan?

Sebab ini merupakan langkah antisipasi agar tidak merugi jika salah satu sektor saham sedang lesu. Portofolio saham Anda bisa tetap stabil dan potensi kerugiannya akan lebih minim  dengan diversifikasi.

4. Susun Rencana Pembelian Saham Blue Chip 

Langkah terakhir setelah Anda memahami semua tahap untuk memilih saham lapis satu terbaik, maka Anda bisa langsung eksekusi untuk melakukan pembelian. Namun sebelumnya tentu Anda harus memahami dahulu bagaimana cara pembeliannya. Untuk cara pembelian, biasanya setiap saham akan memiliki cara yang berbeda. Untuk itu, silahkan mencari cara selengkapnya di website resmi atau internet tentang cara pembelian saham yang Anda inginkan.

Nah itulah informasi yang harus Anda ketahui tentang saham blue chip. Mulai dari pengertian, ciri-ciri, sampai dengan cara memilihnya. Pada dasarnya, saham yang termasuk dalam golongan ini merupakan pilihan terbaik bagi investor pemula. Oleh karena itu, jika Anda baru mulai masuk ke dunia saham, silahkan mempertimbangkan untuk memilih saham-saham ini ya!

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.