4 Teknik Trading Sederhana Tapi Profit, Dijamin Bikin Sukses!

  • Bagikan

Sudah tau teknik trading sederhana tapi profit? Emangnya bisa? Nah, agar Anda tidak semakin penasaran, pada kesempatan kali ini kita akan coba membahas cara melakukan trading yang cukup sederhana, namun bisa menghasilkan profit yang menggiurkan.

Banyak orang yang mengira jika menggunakan teknik trading yang akurat itu harus menggunakan berbagai macam instrument atau tools canggih dan banyak sekali menggunakan indikator rumit. Nyatanya, hal itu tidak sepenuhnya benar. Di luar sana, tampak terlihat beberapa trader yang sukses berkat teknik atau strategi trading yang simpel. Perlu Anda ingat, kunci sukses paling utama bukan saja ketika Anda menggunakan indikator yang ampuh dan akurat. Namun, melainkan ketika Anda mampu untuk menguasai teknik atau strategi apa pun yang di gunakan untuk melakukan trading.

Tentunya, Anda harus dibekali dengan teknik dan strategi analisa trading untuk memprediksi kemana pergeseran harga yang akan terjadi berikutnya. Entah, pergeseran harga yang akan menurun ataupun akan naik.

Hal ini sangat penting karena akan mempengaruhi open posisi yang Anda miliki nantinya. Artinya, jika ada perubahan harga yang diperkirakan akan naik, Anda dapat memilih opsi beli (buy), dan sebaliknya, jika Anda mengharapkan perubahan harga turun, Anda bisa memilih opsi jual (sell).

Sekali lagi perlu di perhatikan bahwa penjelasan berikut ini akan membahas bagaimana melakukan teknik trading sederhana tapi profit. Anda tentunya harus memahami baik-baik penjelasan berikut ini agar tidak salah dalam mengaplikasikannya nanti. Yuk kita simak!

Teknik Trading Sederhana Tapi Profit

Teknik Breakout dan Bounce

Istilah “breakout” dan “bounce” jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia memiliki makna “penembusan” dan “pantulan”. Breakout dalam forex artinya adanya penembusan level support atau resistance. Sedangkan, bounce memiliki makna terpantul terhadap kondisi support atau resistance. Jadi, langkah pertama yang harus Anda ketahui ialah dengan memahami bagaimana konsep support dan resistance sebelum Anda memutuskan untuk menggunakan teknik satu ini.

Support dengan kata lain merupakan level paling rendah dalam suatu rentang waktu tertentu. Sedangkan, resistance merupakan level tertinggi pada suatu rentang waktu yang sepintas mirip. Keduanya ini akan di perlihatkan pada chart sebagai kisaran di mana harga mengalamai pergeseran dari turun menjadi naik atau naik menjadi turun. Perhatikan grafik GBP/USD di bawah ini:

Sumber : dailyfx.id
Sumber : dailyfx.id

Tampak pada grafik GBP/USD dengan timeframe Monthly, terlihat satu support (garis warna oranye) pada harga 1.2000. Berikutnya ada juga dua garis resistance. Kondisi resistance 1 (R1) berada pada kisaran harga 1.3500, sedangkan R2 pada 1.4350.

Mencari Trend yang Sedang Berlangsung

Setelah Anda mampu melakukan idetifikasi pada kedua hal tersebut, yang perlu Anda lakukan ialah dengan mencari tahu tren apa yang sedang berlangsung saat ini. Coba Anda perhatikan secara seksama pergeseran harga pada sisi chart paling ujung kanan. Disitu tampak grafik harga mengalami kenaikan, hal ini menyebabkan Anda dapat menilai bahwa GBP/USD akan selalu cenderung mengalami kenaikan. Akan tetapi, jika Anda coba melihat lagi ke belakang, disana tampak menunjukan bahwa tren sesungguhnya yang terjadi saat kondisi ini adalah sideways. Sideways memiliki arti adanya suatu peluang seimbang yang Anda milik, yakni antara harga yang cenderung bergerak naik ke atas ataupun sebaliknya, harga akan cenderung mengalami  penurunan.

Tren yang merujuk pada posisi sideways akan terjadi saat mengalami pergeseran harga yang cenderung tak stabil, hal ini bahkan terjadi berulang kali tanpa menunjukan posisi akan terjadinya bullish atau bearish yang jelas. Grafik menunjukkan GBP/USD sudah bertahan di posisi sideways antara Support 1.2000 dan R1 1.3500 sejak awal tahun 2019. Jika dilihat lagi, sekarang GBP/USD kembali akan mencoba mengalami resistance pada 1.3500. Apakah GBP/USD akan mengalami kenaikan atau cenderung  menurun? Apapun itu, hal ini bisa menjadi suatu peluang bagi Anda untuk menentukan strategi trading secara breakout atau dengan bounce.

Pada kondisi seperti saat ini, antisipasi yang perlu Anda lakukan ialah:

Apabila Anda merupakan trader konservatif

Anda harus menunggu hingga terbentuk satu candle secara sempurna. Apabila candle tersebut mempunyai harga closing atau satu body candle di atas garis 1.3500, hal ini mengisyaratkan bahwa GBP/USD akan mengalami breakout dan segeralah Anda melakukan pembukaan posisi pembelian. Nantinya, posisi pembelian breakout ini di sertai stop loss di bawah harga 1.3500, target profit 1 pada 1.4000, dan target profit 2 pada kisaran 1.4350.

Dan jika candle diharga penutupan atau satu body candle dibawah garis 1.3500, hal ini mengisyaratkan GBP/USD mengalami bounce dan segeralah Anda melakukan pembukaan posisi penjualan. Posisi penjualan bounce ini di sertai stop loss di atas level 1.3500, target profit 1 pada 1.1300, target profit 2 pada 1.2500, dan target profit 3 pada kisaran 1.2000.

Apabila Anda merupakan trader agresif

Apabila Anda adalah seorang yang memiliki tipe trader agresif, pasang trap berupa order pending berjarak 20-30 pips di atas dan di bawah 1.3500. Nah, jika suatu waktu GBP/USD bergeser ke salah satu arah, order pending yang telah diatur sebelumnya pada arah tersebut secara otomatis akan aktif. Lakukan hal yang sama dengan membatalkan order pending pada arah yang satunya, kemudian Anda hanya perlu membiarkan order pending itu berlangsung dengan sendirinya hingga mencapai posisi profit atau stop loss.

Harga stop loss dan target profit dapat Anda tentukan sendiri dengan cara yang hampir sama ketika Anda hendak melakukan strategi konservatif pada poin pertama.

Bagaimana menurut Anda? Teknik ini sangat sederhana, bukan? Contoh kasus yang dijelaskan di sini ialah dengan menggunakan GBP/USD pada timeframe Monthly, akan tetapi teknik trading yang berdasarkan breakout dan bounce ini sebenarnya dapat Anda coba untuk di terapkan pada semua jenis timeframe yang ada. Selain itu, Anda juga bisa meningkatkan akurasi strategi yang Anda miliki dengan cara mempelajari jenis-jenis pola candlestick.

Teknik Crossover MA

Sudah pernah mencoba teknik trading ini? Ya, teknik satu ini di jalankan dengan memanfaatkan indikator Moving Average (MA). Kini, Moving Average sudah tersedia pada semua jenis platform trading, termasuk Metatrader. Yang perlu Anda lakukan ialah dengan memilih chart pasangan mata uang apa yang akan akan perjualbelikan nanti. Kemudian Anda akan memasang indikator Moving Average pada chart tersebut.

Perlu Anda ketahui, ada beragam kombinasi Moving Average yang bisa Anda coba yang sudah populer di kalangan para trader. Dalam kasus ini, Anda akan memanfaatkan kombinasi antara MA 25-day dan MA 200-day seperti yang di tunjukan pada grafik GBP/USD dengan timeframe Daily. Jadi,  nantinya Anda perlu memasang indikator MA sebanyak dua kali pada masing-masing chart dengan period 25 dan 200.

Selanjutnya, Anda dapat membuka posisi pembelian atau penjualan berdasarkan dua aturan berikut ini:

Buy GBP/USD

Jika garis MA 25-day bergerak menuju MA 200-day dan melintasinya dari arah bawah ke atas. Anda dapat menargetkan profit antara 50-100 pips ataupun Anda cukup membiarkan posisi trading terbuka terus untuk dapat melakukan pengoptimalan keuntungan selama terjadi pergerakan harga di atas MA 25-day. Dan apabila GBP/USD turun ke bawah MA 25-day, segeralah lakukan posisi penutupan.

Sell GBP/USD

Jika garis MA 25-day bergerak dari atas ke bawah melintasi MA 200-day. Dalam posisi ini, Anda bisa memilih untuk dapat menargetkan profit antara 50-100 pips atau Anda hanya memasang trailing stop per 20 pips.

Agar lebih jelas, dapat Anda lihat pada grafik di bawah ini. Sinyal pembelian muncul dari crossover MA 25-Day (garis warna oranye) dan MA 200-Day (garis warna biru).

Sumber : dailyfx.id
Sumber : dailyfx.id

Saran bagi Anda, jika rupanya Anda merasa kombinasi MA 25-day dan MA 200-day ini terlalu jarang munculkan sinyal trading, cobalah untuk mengkombinasinya dengan cara lain. Anda juga bisa mempadukan menggunakan Moving Average dengan strategi breakout dan bounce.

Teknik Four Week Rule (Aturan 4Minggu)

Richard Davoud Donchian merupakan orang yang pertama kali mengenalkan sekaligus pembuat teknik ini. Richard Davoud sejatinya merupakan seorang trader sukses jangka panjang.

Teknik ini begitu sederhana, Anda hanya perlu melakukan pembelian saat sebuah nilai mata uang telah mencapai harga paling tertinggi dalam kurun waktu 4 minggu. Kemudian Anda dapat menjualnya kembali saat harganya telah mencapai nilai paling rendah selama 4 minggu terakhir. Keren, bukan?

Teknik ini boleh dibilang merupakan teknik yang dapat digunakan secara berkelanjutan, Anda selalu berada pada posisi untuk jangka pendek ataupun jangka panjang. Teknik Four-Week Rule sudah terbukti dan banyak trader sudah membuktikan cara kerjanya. Tertarik untuk mencoba?

Teknik WhaM

Metode perdagangan WhaM adalah dengan menggunakan pola grafik tertentu di bawah entry berisiko rendah dalam transaksi dengan adanya kemungkinan keberhasilan yang cukup tinggi.

Khusunya, grafik menunjukkan beberapa puncak yang membentuk huruf M atau huruf W. Saat Anda menemukan pola seperti itu, Anda perlu menambahkan entry tersebut di tengah pola.

Sumber : tokocrypto.com
Sumber : tokocrypto.com

Beberapa orang bahkan mencoba metode ini dan mendapatkan tingkat keberhasilan hingga 65% untuk pedagang. Sedangkan rata-rata risk benefit ratio adalah 1:1,2

Itulah beberapa teknik trading sederhana tapi profit yang bisa Anda gunakan. Perlu Anda ingat, bahwa teknik yang sudah di jelaskan di atas mungkin tidak akan selalu berhasil saat di aplikasikan. Pasalnya, mengingat aktivitas perdagangan di pasar forex memang selalu memiliki risiko.

 

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.