8 Trik Cerdas Belajar Saham untuk Pemula, Wajib Dicoba!

  • Bagikan
belajar saham untuk pemula

Investor, adalah salah satu sematan kepada seseorang yang melakukan investasi. Sebutan ini memang memiliki daya tarik yang besar sehingga banyak orang yang berlomba-lomba terjun ke dunia investasi saham. Namun sebelum ahli, tentu Anda harus melewati fase belajar saham untuk pemula terlebih dahulu. Lalu, apakah ada trik cerdas belajar saham yang mudah untuk investor pemula? Apakah belajar saham itu rumit? Artikel ini akan mengupas secara tuntas hal tersebut. Yuk, simak!

8 Trik Cerdas Belajar Saham untuk Pemula 

Belajar saham untuk pemula itu tidak sulit. Itulah yang harus Anda pahami dan ingat dahulu sebelum mempelajari investasi saham ini. Namun, memang membutuhkan kemauan, kerja keras, dan rasa ingin tahu yang besar agar proses belajar saham Anda menjadi lebih mudah. Inilah 8 trik cerdas yang bisa Anda lakukan saat baru belajar saham:

1. Cari Tahu Informasi Sebanyak Mungkin Tentang Saham 

belajar saham untuk pemula
(sumber gambar: Teknologi24.com)

Trik pertama saat Anda memutuskan untuk belajar saham adalah jangan lelah mencari tahu informasi sebanyak mungkin tentang saham. Mengapa hal ini menjadi penting? Karena dalam proses perjalanan investasi Anda nanti, Anda akan bertemu dengan banyak sekali persoalan terkait investasi yang Anda lakukan.

Persoalan tersebut berhubungan dengan pengendalian resiko, analisis saham, pengambilan keuntungan dan lain sebagainya. Apabila pengetahuan yang Anda miliki kurang, maka Anda tidak akan bisa mengambil keputusan yang baik dan cermat dalam berinvestasi. Banyak investor pemula yang akhirnya gagal karena kurang memahami dan menguasai apa esensi dari investasi saham. Tujuan mereka hanya mendapatkan keuntungan saja, dan mengabaikan resiko yang mungkin akan mereka hadapi.

Mulai cari informasi dari hal yang paling basic seperti apa itu pengertian saham dan hal-hal yang meliputinya. Seperti jenis-jenis saham, resiko saham, dan lain sebagainya. Setelah itu, barulah naikkan pengetahuan Anda pada analisis saham yang juga berperan sangat penting dalam pengambilan keputusan seorang investor.

Untuk mencari informasi tentang ini, Anda bisa mendapatkannya dari banyak sekali media. Apalagi dengan pesatnya media sosial seperti saat ini. Ilmu tentang saham, bisa Anda dapatkan dari YouTube, Instagram, Facebook, Twitter, Website, dan lain sebagainya. Berbagai seminar ataupun mentoring dengan ahli investasi juga bisa menjadi langkah mencari pengetahuan tentang saham.

2. Pahami Resiko dan Keuntungan Saham 

Banyak investor yang akhirnya juga gagal dalam berinvestasi karena hanya terfokus pada pencarian keuntungan saja. Akan tetapi, mereka mengabaikan bahwa investasi saham juga memiliki resikonya tersendiri. Prinsip dari investasi adalah high return, high risk. Artinya, keuntungan yang besar juga akan berbanding lurus dengan resiko yang besar pula.

Dalam saham, keuntungan yang akan investor dapatkan berasal dari 2 (dua) hal. Pertama adalah capital gain, dan yang kedua adalah dividen. Capital gain adalah keuntungan yang investor dapatkan dari selisih harga ketika membeli saham dan saat menjual saham. Sementara itu, dividen merupakan keuntungan yang investor dapatkan yang berasal dari laba atau keuntungan perusahaan.

Sementara itu, resiko dari investasi saham adalah capital loss dan resiko likuidasi. Ketika Anda menjual saham dengan harga yang lebih rendah saat Anda membelinya, itulah kondisi capital loss. Sementara itu, likuidasi adalah kondisi saat perusahaan berada dalam kondisi bangkrut. Pahami resiko dan keuntungan dari investasi saham dengan baik agar Anda bisa berinvestasi dengan optimal dan minim kerugian.

Baca Juga: Mengenal Investasi Jangka Pendek beserta Jenis-jenisnya

3. Pahami Profil Resiko Keuangan dan Tujuan Investasi Saham 

Belajar saham untuk pemula juga tidak bisa Anda pisahkan dari pemahaman tentang tujuan investasi serta profil resiko keuangan. Banyak investor yang hanya terjun ke dunia investasi tanpa memiliki tujuan yang akan mereka tuju di masa mendatang. Tentunya hal ini adalah langkah yang kurang bijak. Berinvestasi membutuhkan tujuan yang jelas agar sebagai investor Anda bisa dengan terarah mencapai tujuan tersebut.

Tujuan investasi ini bisa sangat beragam. Contohnya mulai dari investasi dana pendidikan anak, dana pernikahan, dana pembangunan rumah, dan lain sebagainya. Berbagai tujuan tersebut akan sangat terbantu dengan investasi yang terukur dan matang dari segi analisis, sehingga di masa mendatang ketika tujuan tersebut sudah di depan mata, Anda hanya tinggal menikmati hasilnya.

Selain itu, pastikan juga bahwa sebagai investor Anda memahami bagaimana profil resiko keuangan Anda. Pada prinsipnya profil resiko adalah tingkat toleransi atau sejauh mana resiko yang bisa Anda tanggung saat melakukan investasi. Setiap orang akan memiliki profil resiko yang berbeda yang terpengaruh dari usia, lingkungan, pemahaman investasi, dan kondisi keuangan. Secara umum profil resiko akan terbagi menjadi 3 (tiga), yaitu:

  1. Investor Konservatif
  2. Moderat
  3. Investor Agresif

Nah, tugas Anda adalah menentukan yang manakah profil resiko Anda sendiri. Dari situlah nantinya Anda bisa mengambil keputusan investasi yang sesuai dan cermat.

4. Nominal Kecil Bukanlah Masalah dalam Investasi Saham 

Tujuan dari investasi memang mencari keuntungan, namun nominal kecilpun bukan menjadi masalah. Saat belajar saham untuk pemula, jangan langsung tergesa-gesa untukk berinvestasi dengan jumlah nominal yang besar. Justru lakukan dari nominal yang kecil terlebih dahulu. Setelah Anda bisa beradaptasi dengan baik dan bisa melihat kondisi pasar, maka barulah tambah nominal investasi tersebut.

5. Pastikan Mencari Sumber Info yang Valid dan Ikut RUPS 

belajar saham untuk pemula
(sumber gambar: universalbroker.id)

Sebagai investor, sumber informasi adalah segalanya karena semua keputusan investasi Anda akan berasal dari informasi yang Anda dapatkan. Mulai dari laporan keuangan, pergerakan harga saham, analisis fundamental dan teknikal saham dan lain sebagainya. Maka dari itu, selalu pastikan untuk mencari informasi yang valid.  Untuk sumber valid, Anda bisa mendapatkannya dari informasi yang Bursa Efek Indonesia (BEI) unggah atau dari website resmi perusahaan emiten.

Selain itu, sebagai investor sebaiknya Anda juga mengikuti RUPS atau Rapat Umum Pemegang Saham secara rutin. Sebab, dari sinilah Anda bisa melihat bagaimana kondisi manajemen, finansial perusahaan, dan prospek perusahaan emiten yang Anda investasikan dengan optimal. Cara supaya bisa hadir dalam RUPS ini juga sangat mudah. Anda janya perlu melihat kapan adanya RUPS dari perusahaan emiten yang Anda pilih kemudian silahkan hubungi broker atau pialang saham Anda.

6. Saham Turun? Pertimbangkan untuk Beli!

Membeli saham akan jauh lebih untung ketika Anda membelinya saat harganya rendah dan menjualnya ketika harga naik. Maka dari itu, apabila Anda melihat saham sedang turun Anda bisa mempertimbangkan untuk membeli saham tersebut. Sebab, Anda bisa mendapatkan peluang saham dengan harga yang serendah mungkin namun nantinya bisa Anda jual ketika harganya tinggi.

Meski begitu, jangan langsung gegabah untuk melakukan hal ini. Tetap lakukan analisa saham terlebih dahulu apakah memang layak untuk Anda beli. Selain itu, strategi ini akan lebih berhasil jika memang rentang investasi yang Anda lakukan berada dalam waktu yang panjang. Tidak lupa juga, pastikan bahwa perusahaan emiten yang Anda pilih memang memiliki fundamental yang kuat dan solid untuk menaikkan kembali harga saham mereka.

7. Kelola Ekspektasi Investasi Saham 

Trik cerdas belajar saham untuk pemula selanjutnya adalah belajar mengelola ekspektasi dengan realistis. Jangan langsung berharap bahwa investasi akan memberikan Anda keuntungan yang instan. Sebab pada dasarnya, investasi memerlukan waktu untuk bisa Anda rasakan keuntungannya.

Sadari juga bahwa setiap investor memiliki profil resiko, besar modal, dan resiko investasinya tersendiri. Jadi, jangan jadikan investor lain sebagai patokan dalam mengukur kesuksesan investasi Anda. Intinya, berpikirlah secara realistis bahwa investasi yang Anda lakukan pasti mendapatkan buahnya di kemudian hari jika Anda bisa mengelola dengan baik dan optimal.

8. Enjoy dan Atur Emosi Ketika Investasi Saham 

Jangan terlalu tegang ketika berinvestasi. Intinya, nikmati saja investasi yang Anda lakukan dan percayakan pada analisis yang sudah Anda buat sebelumnya. Enjoy dan jangan terlalu memusingkan pergerakan harga saham harian, jika memang tujuan investasi Anda adalah jangka panjang. Jangan lupa juga untuk mengatur emosi dan menguatkan mental jika memang harga saham yang Anda pilih sedang turun atau crash. Pasalnya, kesuksesan seorang investor salah satunya adalah pintar dalam mengatasi emosinya sendiri ketika berinvestasi.

Itulah 8 trik cerdas belajar saham untuk pemula yang bisa Anda praktekkan. Diharapkan, dari trik ini bisa sedikit membantu Anda dalam proses menjadi investor sukses ya!

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.